DISWAYLAMPUNG.ID – Upaya mengembalikan kejayaan kakao sebagai komoditas unggulan daerah terus digencarkan.
Pemerintah Kabupaten Pesawaran bersama Paguyuban Kelompok Tani Kakao Pesawaran menggelar Penanaman Perdana Kakao di Desa Karang Rejo, Kecamatan Negeri Katon, Senin (22/12/2025).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mendorong peremajaan tanaman kakao sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bupati Pesawaran Bidang Kemasyarakatan dan SDM Joni Arizoni, Plt Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Arief Budiman, Camat Negeri Katon Data Trianda, Wakil Ketua I DPRD Pesawaran M. Nasir, Ketua Paguyuban Kakao, penyuluh pertanian, serta kelompok tani dan gapoktan.
Bupati Pesawaran melalui Staf Ahli Joni Arizoni menyampaikan bahwa subsektor perkebunan memiliki peran strategis dalam pembangunan pertanian berbasis agribisnis, kakao sendiri merupakan komoditas unggulan Pesawaran dengan luas areal mencapai 25.829 hektare, terluas di Provinsi Lampung.
Namun demikian, ia mengakui produksi kakao saat ini mengalami penurunan akibat banyaknya tanaman yang sudah tua, rusak, dan kurang produktif.
“Karena itu, peremajaan dan rehabilitasi tanaman kakao melalui intensifikasi dan ekstensifikasi menjadi keharusan,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Pesawaran Arief Budiman menjelaskan, pada penanaman perdana ini pemerintah menyalurkan 10 ribu bibit kakao unggul varietas Masamba Cacao Cloning (MCC) 02, varietas ini dikenal memiliki produktivitas tinggi, biji besar, serta relatif tahan terhadap hama dan penyakit.
Bibit tersebut akan didistribusikan ke empat desa di Kecamatan Negeri Katon, yakni Desa Tanjung Rejo, Karang Rejo, Purworejo, dan Pujorahayu.
“Peremajaan kakao adalah langkah penting dan strategis, dengan bibit unggul, teknik budidaya yang tepat, serta pendampingan berkelanjutan, kualitas dan produktivitas kakao Pesawaran akan meningkat,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama Wakil Ketua I DPRD Pesawaran M. Nasir turut mengapresiasi sinergi yang terbangun antara pemerintah daerah dan kelompok tani dalam pengembangan kakao.
Ia berharap kelompok tani terus aktif berdiskusi dan berinovasi agar kakao Pesawaran mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.
“Bibit ini harus dimanfaatkan dan dirawat dengan baik. Budaya menanam dan merawat harus terus ditingkatkan, sehingga kakao tumbuh subur, berbuah lebat, dan kualitasnya semakin baik,” pungkasnya.(JOKO)




