DISWAYLAMPUNG.ID – Di tengah hiruk-pikuk pembangunan daerah, nasib memperhatinkan dialami Kisman (65), warga Dusun Taman Rejo, Desa Bernung, Kecamatan Gedong Tataan, justru hidup dalam ancaman maut.
Rumah berukuran 6×8 meter miliknya yang berdinding anyaman bambu (Geribik) berlantai tanah kini nyaris ambruk dan dinilai sudah tidak layak huni.
Bangunan yang rapuh dan rusak parah itu setiap saat mengancam keselamatan Kisman sehingga kondisi tersebut memantik kepedulian warga setempat bersama aparatur dusun, bergerak cepat bergotong royong menggalang dana dan tenaga untuk melakukan perbaikan darurat agar rumah tersebut tidak roboh dan masih bisa ditempati sementara waktu.
Upaya swadaya itu dilakukan di tengah keterbatasan ekonomi Kisman, yang sejak sekitar 10 tahun terakhir tidak mampu bekerja akibat kondisi kesehatan yang terus menurun.
Untuk bertahan hidup, ia hanya mengandalkan bantuan keluarga dan uluran tangan tetangga sekitar, namun, bantuan warga dinilai tidak cukup.
Salah seorang tetangga, Kartiko, menegaskan bahwa perbaikan seadanya bukan solusi jangka panjang.
“Kami sudah bergotong royong semampunya. tetapi kondisi rumah Pak Kisman memang sangat memprihatinkan. Ini butuh perhatian serius dari pemerintah daerah dan dinas terkait di Kabupaten Pesawaran,” ujar Kartiko, Minggu (18/1/2026).
Warga Dusun Taman Rejo pun berharap Kisman dapat masuk dalam program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) agar memperoleh tempat tinggal yang aman, layak, dan manusiawi.
Sementara Kepala Dusun Taman Rejo, Robin Sandi, didampingi Kaur Kesra Desa Bernung, Febri, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut rumah Kisman sudah tidak layak dihuni dan perlu dibangun ulang.
“Kami bersama masyarakat sepakat melakukan pembangunan secara swadaya karena kondisinya sudah darurat,” kata Robin.
Ia menjelaskan, bantuan swadaya tidak hanya berupa tenaga, tetapi juga material dan sumbangan dana sukarela yang dihimpun melalui tiga RT di dusun tersebut.
“Setiap RT menggalang bantuan dari warga seikhlasnya, sesuai kemampuan masing-masing,” ujarnya.
Robin juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian sosial. namun, ia menegaskan bahwa keterlibatan pemerintah tetap sangat dibutuhkan agar penanganan tidak berhenti pada solusi sementara.
Ditempat yang sama, Kisman (65) mengaku terharu atas bantuan yang diterimanya. dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada warga dan aparat desa.
“Saya sangat berterima kasih atas bantuan dan kepedulian masyarakat, semoga semua kebaikan ini dibalas oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” tutupnya lirih.
Hingga kini, warga masih menanti uluran tangan Pemkab Pesawaran agar persoalan rumah tak layak huni yang dialami Kisman benar-benar mendapat solusi nyata.(Jko)




