Pemkab Pesawaran Tancap Gas Wujudkan Sekolah Ramah Anak di Teluk Pandan

DISWAY LAMPUNG.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) terus mengintensifkan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di tiga sekolah di Kecamatan Teluk Pandan, yakni SMP Negeri 2 Pesawaran, SDN 1 Teluk Pandan, dan SDN 6 Teluk Pandan.

Kepala Dinas P3AP2KB Pesawaran, Maisuri melalui Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak, Rakhmadia Agustin, mengatakan sosialisasi ini menyasar langsung lingkungan sekolah sebagai langkah konkret mewujudkan Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA).

“Sosialisasi ini bertujuan mengantisipasi sekaligus mencegah terjadinya kekerasan dan perundungan (bullying) di kalangan siswa,” ujar Rakhmadia saat kegiatan berlangsung di SDN 1 Teluk Pandan, Jumat (6/2/2026).

Menurutnya, sekolah menjadi ruang strategis untuk membangun kesadaran bersama, baik guru maupun siswa, agar mampu mengenali, mencegah, dan menangani potensi kekerasan sejak dini.

Sementara Kepala SDN 1 Teluk Pandan, Meliana, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi ini mampu menambah pemahaman guru dan siswa dalam mengantisipasi tindakan perundungan di sekolah.

“Kami telah menerapkan budaya anti kekerasan dan bullying melalui kegiatan rutin, seperti tepuk anti-bullying, menyanyikan lagu sayang teman, serta pendampingan terhadap siswa,” kata Meliana.

Hal senada disampaikan Korwilcam Teluk Pandan, Harpen Nasir. Ia mengapresiasi langkah Pemkab Pesawaran dalam memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap anak di wilayahnya.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam menambah wawasan guru dan siswa terkait penanganan bullying dan pencegahan kekerasan di sekolah,” ujarnya.

Harpen menegaskan, peran kepala sekolah dan guru sangat krusial dalam memberikan perhatian dan pendampingan penuh kepada siswa agar proses belajar mengajar dapat berjalan optimal tanpa rasa takut dan tekanan.

Ia juga mendorong adanya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam pencegahan kekerasan terhadap anak.

“Orang tua diharapkan lebih intens memantau dan mendampingi anak, termasuk dengan menanyakan aktivitas mereka sepulang sekolah. Kepedulian bersama akan menciptakan lingkungan yang aman dan positif bagi anak,” pungkasnya. (Joko)

Related posts