DISWAYLAMPUNG.ID – Aksi pencurian kendaraan bermotor kembali terjadi di lingkungan perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran.
Kali ini para pelaku nekat beraksi di siang bolong, tepatnya saat aktivitas kantor masih berlangsung dan ironisnya aksi tersebut terjadi di area yang seharusnya menjadi zona aman bagi para pegawai.
Peristiwa ini menimpa Irma Yulida Sari, pegawai PPPK di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pesawaran harus gigit jari setelah motor Honda Beat berwarna hitam dengan nomor polisi BE 2639 AIB miliknya raib digondol maling pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, dari parkiran kantor dinas saat jam istirahat.
Berdasarkan keterangan Abu, salah satu petugas Satpol-PP dilokasi kejadian, mengatakan bahwa rekannya sempat menarik baju pelaku, namun pelaku berhasil kabur menggunakan sepeda motor.
“Anggota kami hanya empat orang. Saat kejadian jam istirahat dan satu anggota kami yang berjaga sempat menarik baju pelaku tetapi pelaku berhasil kabur,” ujarnya.
Sementara itu, Kasubag Dinas PUPR, Ando membenarkan aksi pencurian yang terjadi saat jam istirahat dan aktivitas kantor masih berlangsung.
“Ya benar, ada kejadian kehilangan kendaraan milik pegawai PPPK di area parkir depan Dinas PUPR,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/4/2026).
Ia juga mengatakan, identitas pelaku belum diketahui lantaran terkendala fasilitas keamanan yang tidak berfungsi.
“CCTV masih error, jadi belum bisa diketahui identitas pelaku,” imbuhnya.
Ia berharap para pelaku segera ditangkap agar kejadian serupa tidak kembali terulang di lingkungan perkantoran Pemkab Pesawaran.
“Semoga pelaku cepat ditangkap,” tutupnya.
Sebelumnya, pencurian motor serupa juga pernah terjadi di lingkungan Pemkab Pesawaran, tepatnya di Kantor Bapenda Pesawaran pada tanggal 14 Maret 2026 sekitar pukul 12.10 WIB dan di area parkir kantor BPKAD Pesawaran pada tanggal 2 November tahun 2025 lalu.
Kejadian ini semakin mempertegas lemahnya sistem keamanan di lingkungan kantor pemerintahan. Para pegawai kini diliputi rasa waswas, bahkan di area yang seharusnya menjadi zona aman.
Pemkab Pesawaran didesak segera melakukan pembenahan serius, mulai dari perbaikan CCTV hingga peningkatan pengawasan di titik-titik rawan.
Tanpa langkah cepat, bukan tidak mungkin aksi serupa akan kembali terulang dan menjadi celah empuk bagi pelaku kejahatan untuk beraksi (JKO)




