DISWAYLAMPUNG.ID – Puluhan massa yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat Bersatu (LSMB) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Selasa (21/4/2026).
Aksi ini menjadi lanjutan tekanan publik setelah sebelumnya mereka juga menggeruduk Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung.
Aksi yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut difokuskan untuk mengawal jalannya persidangan kasus dugaan korupsi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kabupaten Pesawaran.
Dalam orasinya massa menilai, proses hukum yang berjalan hingga kini menyisakan banyak kejanggalan yang belum terungkap secara terang.
Koordinator aksi LSMB, Rustam Effendi, menegaskan bahwa tuntutan hari ini yang mereka suarakan bukan tanpa dasar. Ini merujuk pada fakta persidangan sebelumnya yang dinilai membuka babak baru dalam kasus ini.
“Hasil sidang kemarin sudah jelas. Ada pengakuan bahwa tanda tangan mantan kepala dinas dipalsukan. Ini bukan hal kecil, ini indikasi kuat adanya aktor lain di balik kasus ini,” ujar Rustam kepada awak media usai menyampaikan orasi.
Menurutnya, pengakuan tersebut harus menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk memperluas penyidikan. Ia menduga, praktik manipulasi dokumen tidak mungkin dilakukan secara tunggal.
“Kalau tanda tangan bisa dipalsukan, berarti ada skenario yang disusun. Kami mendesak aparat segera bertindak cepat mengamankan pihak-pihak yang terlibat, khususnya yang berada di Pesawaran,” tegasnya.
Rustam juga mengingatkan potensi hilangnya barang bukti apabila penanganan kasus ini tidak dilakukan secara sigap dan mereka meminta aparat tidak membiarkan kasus ini berlarut-larut hingga menimbulkan ketidak percayaan publik.
“Kami tidak ingin masyarakat terus diombang-ambing. Kasus ini harus dibuka seterang-terangnya. Jangan sampai ada yang dilindungi,” sambung Rustam.
Aksi sempat memanas saat orasi berlangsung, dengan massa secara bergantian menyuarakan kekecewaan terhadap proses hukum yang dinilai lamban. Namun situasi tetap terkendali di bawah pengamanan aparat kepolisian.
Menariknya, di tengah terik matahari yang menyengat, aparat kepolisian justru menunjukkan pendekatan humanis dengan membagikan air minum kepada para demonstran.Sikap tersebut mendapat respons positif dari massa aksi.
Sekitar pukul 11.00 WIB, aksi berakhir. Massa LSMB membubarkan diri secara tertib setelah menyampaikan tuntutan mereka, meninggalkan pesan kuat agar aparat segera menuntaskan dugaan skandal yang kian mengemuka.(Jko)




