DISWAYLAMPUNG.ID – METRO – Inspektur Pemerintah Kota Metro, Henri Dunan, buka suara terkait pemberitaan keikutsertaannya dalam Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Kepada awak media, Jumat (22/05/2026).
Henri mengakui mendaftar secara online tanpa target ambisius, melainkan atas inisiatif mantan stafnya di Pesisir Barat yang melampirkan berkas-berkas lama.
“Saya memang ikut mendaftar, tapi hanya sebatas mendaftar secara online dengan melampirkan berkas lama. Kelengkapan berkas disiapkan oleh mantan staf di Inspektorat Pesisir Barat. Berkas tersebut memang selalu digunakan saat mendaftar mengikuti proses selter yang sudah sering diikuti. Yang mendaftarkan dan mengunggah berkas itu adalah mantan staf di Inspektorat,” jelasnya.
Henri meminta maaf atas kegaduhan terkait pendaftarannya pada Selter JPTP Lampung Selatan.
“Saya minta maaf atas kegaduhan itu, walaupun sebenarnya tidak ada niatan untuk melakukan itu,” tegasnya.
Menurut Henri, kebiasaan mengikuti lelang jabatan terbuka di luar daerah dilakukan untuk menambah pengalaman dan wawasan.
“Memang hal tersebut kerap saya lakukan untuk menambah pengalaman dan wawasan. Kalau ada pendaftaran, saya selalu ikut,” ujar Henri.
Sejauh ini, Henri telah mengikuti seleksi terbuka di berbagai daerah, meskipun ia mengaku tidak menginginkan jabatan tersebut.
“Selter yang pernah saya ikuti antara lain seleksi terbuka Sekretaris Daerah Provinsi DIY, Inspektur Kementerian Agama RI, Direktur Produk Hukum Kemendagri, Inspektur Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Barat,” katanya.
Sebelumnya, Panitia Seleksi JPTP Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah mengumumkan hasil penilaian rekam jejak administrasi melalui surat nomor 02/PANSEL-JPTP-LS/2026 tertanggal 13 Mei 2026.
Dari 13 formasi yang dibuka, Henri tercatat mengikuti dua jabatan sekaligus, yakni Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Pada dua formasi tersebut, Henri meraih nilai tertinggi dengan skor 93,75 atau nyaris sempurna.
Keikutsertaan Henri pada Selter JPTP Lampung Selatan menimbulkan polemik di Kota Metro.
Salah satu narasumber yang ditemui Lampungnews Paper di lingkungan sekretariat Kota Metro mengaku tidak mengetahui bahwa Henri telah mengantongi izin dari Wali Kota Metro.
“Yang saya tahu, Pak Henri belum membicarakan persoalan mengikuti selter luar daerah kepada wali kota,” kata narasumber yang tidak ingin disebutkan identitasnya.
Terkait izin kepada wali kota yang berkaitan dengan rekomendasi PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian), Henri mengaku tidak mengetahui keseluruhan proses pemberkasan.
“Saya enggak tahu yang mengurus semua itu staf saya, staf saat menjabat Inspektur di Pesisir Barat,” jelasnya.
Mengenai syarat surat rekomendasi PPK yang diterbitkan untuk kelengkapan dokumen peserta selter, hingga berita ini ditayangkan Kepala BKPSDM Kota Metro, Elmanani, belum menjawab panggilan telepon awak media. Pesan yang dikirim juga belum mendapat tanggapan. (*/Bib)




