DISWAYLAMPUNG.ID – Kejuaraan Renang Nasional Walikota Bandar Lampung Cup 2026 dipastikan berlangsung meriah. Hingga Kamis (22/10), sebanyak 2.664 atlet telah mendaftar untuk ambil bagian dalam kejuaraan yang digelar di Kolam Renang Pahoman, Bandar Lampung, pada 23–25 Oktober 2026.
Ajang yang diselenggarakan Lampung Fast Swim bekerja sama dengan Pengurus Kota Akuatik Bandar Lampung ini mencatat jumlah peserta jauh melampaui target awal panitia sebanyak 2.000 atlet.
Dari total peserta yang terdaftar, sebanyak 555 atlet akan berlaga di kategori championship, sedangkan 2.109 atlet lainnya mengikuti kategori fun swimming.
Ketua Pelaksana Walikota Bandar Lampung Cup 2026, Yudha Al Hadjid, mengatakan tingginya jumlah peserta menjadi catatan tersendiri dalam penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Bahkan, dari sisi partisipasi dan kemeriahan, ajang tahun ini menjadi yang terbesar dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
“Antusiasme peserta mengikuti Kejuaraan Renang Walikota Bandar Lampung Cup 2026 ini sangat luar biasa. Dari jumlah peserta dan kemeriahan, inilah kejuaraan terbesar,” kata Yudha, Rabu (21/10).
Tingginya animo peserta membuat panitia harus membatasi nomor pertandingan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan sekaligus memastikan kenyamanan seluruh pihak selama kejuaraan berlangsung.
“Kita harus membatasi karena panitia tetap harus mengutamakan keselamatan dan kenyamanan semua pihak,” ujar Yudha yang merupakan mantan atlet renang tersebut.
Tak hanya dari sisi jumlah peserta, kualitas pertandingan juga menjadi perhatian panitia. Kejuaraan ini akan dipimpin empat juri nasional dari Pengurus Besar (PB) Akuatik Indonesia.
Menurut Yudha, keterlibatan empat juri nasional dalam satu kejuaraan renang menjadi yang pertama di Lampung.
“Ini baru pertama di Lampung. Satu kejuaraan renang dipimpin empat wasit nasional dari PB Akuatik Indonesia,” jelasnya.
Sejumlah klub besar dari Sumatera Selatan, Jambi, Jawa, dan Banten dipastikan turut ambil bagian. Selain itu, belasan klub renang asal Lampung juga siap bersaing memperebutkan hasil terbaik.
Yudha yang juga anggota DPRD Lampung itu menilai kejuaraan ini menjadi momentum penting bagi para atlet untuk mengukur kemampuan sebelum menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung.
“Persaingan nanti pasti akan ketat. Terlebih, kejuaraan ini akan dijadikan ajang pemanasan menuju Porprov Lampung,” katanya.
Dari sisi pencatatan prestasi, Walikota Bandar Lampung Cup 2026 juga memiliki nilai strategis. Kejuaraan ini menggunakan sistem Spectra yang terintegrasi dengan basis data nasional PB Akuatik Indonesia.
Melalui sistem tersebut, catatan waktu dan prestasi atlet yang bertanding di Kolam Renang Pahoman dapat terdokumentasi dalam basis data nasional. Dengan demikian, hasil pertandingan berpotensi menjadi rekam jejak resmi bagi para atlet.
“Jika terjadi pemecahan rekor, catatan waktunya akan diakui dan dicatat dalam database PB Akuatik Indonesia,” ungkap Yudha.
Kejuaraan ini terbagi dalam dua kategori utama. Kategori championship menggunakan regulasi resmi PB Akuatik Indonesia, sedangkan fun swimming diperuntukkan bagi pelajar dan perenang pemula.
Sementara itu, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyambut baik penyelenggaraan kejuaraan renang tingkat nasional tersebut. Dia mengajak para atlet, pelatih, klub, serta insan olahraga akuatik dari berbagai daerah untuk bersama-sama menyukseskan ajang tersebut.
“Mari kita mengukir prestasi dan mempererat silaturahmi antarinsan olahraga akuatik Indonesia,” ajak Eva.
Eva berharap kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan pembinaan atlet usia dini serta penjaringan bibit-bibit potensial renang nasional.
Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan ini juga menjadi bagian dari upaya daerah dalam mendukung peningkatan prestasi olahraga Indonesia di tingkat internasional.
“Dari Kota Bandar Lampung untuk prestasi renang Indonesia,” tegasnya. (*)




