PPDB SMA N 4 Kota Bumi Tak di Jalankan Sesuai SOP!, Ini Faktanya!

Diswaylampung.id – Lagi-lagi orang tua pendaftar PPDB online SMA yang ada di Kabupaten Lampung Utara keluhkan proses seleksi yang dilakukan tim panitia sekolah setempat.

Kali ini, keluhan datang dari orang tua pendaftar yang tidak lolos seleksi penerimaan peserta didik baru di SMA Negeri 04 Kotabumi.

Evan (48) warga Kelurahan Kotabumi Ilir mengeluhkan kinerja panitia seleksi PPDB online SMAN 04 Kotabumi yang diduga tidak bekerja secara profesional dan transparan.

Buktinya, di lingkungan tempat Ia tinggal setidaknya ada tiga peserta yang yang mendaftar termasuk anaknya dengan jarak rumah yang berdekatan. Namun, saat pengumuman dikeluarkan oleh pihak SMAN 04 Kotabumi, nama anaknya tidak ada alias tidak lolos seleksi lewat jalur Zonasi. Sedangkan dua anak tetangga yang rumahnya saling berdekatan dinyatakan lolos dan diterima di SMAN 04 Kotabumi.

“Kok bisa ini terjadi, jelas-jelas jarak rumah kami ini saling berdekatan. Anak tetangga saya bisa di terima, sedangkan anak saya tidak lolos. Padahal sama-sama mendaftar lewat jalur zonasi,” keluh dia kepada awak media, Sabtu, (07/07/24)

Dirinya mengungkapkan kekecewaannya, Evan menilai kinerja panitia seleksi PPDB online SMAN 04 Kotabumi sangat amburadul.

“Sangat kecewa, termasuk amburadul kinerja operator (panitia PPDB) enggak ada yang beres. Kenapa begitu?, anak saya ini rumahnya di tengah-tengah, enggak masuk. Anak tetangga kiri kanan bisa masuk di terima,” ungkapnya.

“(Alamat) Kelurahan Sindangsari bisa masuk (jalur zonasi) kok ini Kelurahan Kotabumi Ilir enggak keterima. Kalau jarak, lebih jauh Sindangsari daripada Kotabumi Ilir,” timpalnya lagi.

Ia mempertanyakan alasan anaknya tidak dapat diterima disekolah lewat jalur yang sama, yang dilakukan oleh pendaftar lain yang secara notabene satu lingkungan (bersebelahan) rumahnya. Bahkan, pendaftar lebih jauh yang menggunakan jalur zonasi tersebut bisa diterima.

“Duluan rumah saya daripada tetangga sebelah rumah yang anaknya diterima. Kalau mau hitung nilai, nilai anak saya lebih besar, kalau zonasi, duluan rumah saya ini,” ujarnya.

Setelah mengetahui anaknya tidak diterima, Ia sempat protes dengan pihak panitia seleksi di sekolah, tetapi pihak sekolah terkesan menghindar.

“Saya sempat protes, tetapi pihak sekolah menghindar. Saya mau ketemu operator (panitia PPDB) dibilang tidak ada,” ucapnya.

Bahkan, dirinya menyebut pihak panitia seleksi PPDB online SMAN 04 Kotabumi tidak pernah turun ke rumah pendaftar untuk melakukan verifikasi faktual lapangan.

“Selama seleksi, tidak ada tim verifikasi dari SMAN 04 Kotabumi yang datang kerumah tetangga sebelah yang anaknya sudah diterima,” imbuhnya.

Evan berharap proses PPDB online khususnya jalur zonasi dapat di evaluasi dan di periksa ulang. Ia sangat tidak setuju jika harus memalsukan data, lebih baik proses seleksi kembali seperti dulu menggunakan nilai akademik.

“Periksa dan evaluasi, ngapain pakai zonasi kalau kita masih mau tipu-tipu (data) tidak sesuai (fakta), ukuran sekian meter, kok tiba-tiba berubah jadi sekian, kan enggak masuk akal,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 04 Kotabumi hingga berita ini ditayangkan belum dapat di konfirmasi. Dihubungi melalui telepon selulernya +62 821-7701-13XX dalam keadaan tidak aktif. Guna keberimbangan pemberitaan, awak media masih akan mengkonfirmasi terkait persoalan yang dikeluhkan.(Ags)

Related posts