Dalih Menabung: Oknum Guru Honor Di Duga Gelapkan Uang Murid

DISWAYLAMPUNG.UTARA – Oknum Guru SD Negeri 3 Kembang Tanjung, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara diduga menggelapkan uang tabungan milik siswanya. Tidak kurang 30 siswa – siswi yang menabung disana, dengan kisaran Rp1 juta/murid. Ditaksir kerugian dialami oleh para wali murid sekitar Rp30 juta.

Dengan dalih menabung untuk keperluan pergantian alat tulis sekolah hingga pakaian. Sehingga bisa mengurangi beban orang tua, akan tetapi justru malah coba dimanfaatkan oleh oknum guru berstatus honorer itu.

Kejadian bermula saat para wali murid kelas 2.A jejang SD itu diperintahkan oleh wali kelas mereka untuk mengikuti program menabung di awal tahun ajaran baru 2024/2025. Agar pada saat kenaikan kelas uang sudah terkumpul banyak.

Orang tua siswa pun harus gigit jari. Pasalnya, uang yang selalu disisihkan setiap hari-nya dari belanja dapur, justru saat pergantian ajaran baru yang ditunggu setelah 1 tahun lamanya itu.

Sementara, alasannya hanya diucapkan dalam berbentuk lisan. Akibat kecurian, sehingga para wali siswa mempertanyakan kebenarannya. Sebab, tidak ada bukti tertulis-nya.

“Inikan sudah lama, harusnya sekarang kami tidak perlu khawatir untuk beli keperluan siswa. Mulai dari buku, alat tulis, sepatu sampai baju,” ujar salah seorang wali siswa yang menjadi korban, SI. saat di wawancarai media ini jumat sekira 20:15 WIB

Padahal, uang tersebut cukup berguna. Maklum saja, kebanyakan mereka (wali) berasal dari kalangan kurang mampu.

“Kebetulan suami cuma buruh serabutan bang, itu harus kami sisihkan Rp5 -10 setiap harinya saat bersekolah. Kan lumayan kalau ada itu, bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan anak saya,” tambahnya.

Sehingga berharap kepada pihak terkait dapat menindak lanjuti. Dalam mengurangi beban orang tua siswa, disaat pergantian tahun ajaran baru.

“Kami tidak bisa berbuat banyak bang, saat pembagian lapor tadi dia (oknum) sudah nagis – nangis. Hingga tidak banyak bicara, beliau hanya bilang kecurian. Bukan hanya uang (tabungan), tapi juga laptop dan lainnya. Tapi tidak disertai bukti laporannya,” timpal orang tua siswa lainnya yang meminta tidak diberitakan namanya itu (SP).

Saat dikonfirmasi, pihak sekolah membenarkan kejadian itu. Sebagai akibat mengalami musibah, karena kerampokan. “Benar guru (oknum) mengalami musibah, yakni kerampokan. Bukan hanya uang, laptop, gawai, serta peralatan elektronik lainnya,” ungkap Kepala SDN 3 Kembang Tanjung, Prihatin.

Namun sang kepala sekolah tidak dapat menunjukkan bukti laporan. Meski, telah diminta melalui pesan WhatsApp-nya malam. “Nanti saya mintakan dulu kepada korban,” elaknya. Sampai dengan berita ini diterbitkan, belum ada surat bukti laporan polisi (LP) dikirimkan. (Ags)

Related posts