Lapor Pak Gubernur: Petani Singkong Kehilangan Asa, Harga Singkong Kian Terpuruk

DISWAYLAMPUNG.UTARA – Musim hujan tidak hanya membawa kebahagiaan, tetapi juga kesedihan, terutama bagi para petani singkong, contoh nya di Kabupaten Lampung Utara.

Harga singkong yang terus menurun membuat para petani semakin khawatir, bahkan terlihat putus asa saat hendak menjual hasil panennya.

Daus, salah seorang petani singkong mengungkapkan kekecewaannya. Lantaran dilema harga singkong yang tak kunjung usai. Ketika ia hendak menjual hasil panennya.

“Harga singkong semakin hancur Bang. Siang tadi mau jual ke Pabrik Milik PT. BW Namun Harus Antri sampai 3 hari, Terpaksa Harus jual di lapak supaya masih fres singkong nya tidak keburu busuk. Ujar nya Pada Disway.id Sabtu Sore17:30 Wib 21/6/25

Meski kecewa, Daus tetap menjual hasil panennya karena singkong sudah terlanjur dicabut. Ia juga perlu membayar upah tenaga kerja.

“Terpaksa harus jual, karena sudah dicabut. Sementara, saya harus bayar tukang cabut dan angkut. Kalau dihitung-hitung, saya rugi besar, karena tanah ini bukan milik sendiri, melainkan sewa. Keluhnya

Ketika di singgung perihal harga apakah sudah sesuai dengan intruksi gubernur atau tidak ia pun mengatakan tidak pernah intruksi gubernur tersebut di jalankan oleh pabrik.

” Harga singkong Di Lapak Rp.900-1100
Pot./rapaksi 35%-40%. Harga Rp.585
Di potong ongkos mobil dan upah cabut 200.bersih Rp.385. Kalau Di pabrik Lebih Parah”. Ketus nya

“Pabrik Rp.1350. Pot/rapaksi 30%-40%
Kadar aci min.19%. Harga bersih Rp.877
Di potong ongkos cabut dan mobil 250,dan uang menginap supir antri di pabrik 100.000/hari
Harga bersih di terima petani sekitar Rp.450/kg
Antri sampai 3-4 hari dengan resiko di tolak pabrik jika kadar aci tidak sesuai” Jelas nya.

“Saya berharap pemerintah dan dinas terkait bisa segera menuntaskan permasalahan ini agar harga yang di instruksikan di jalankan oleh pebrik. Kalau begini, kami sebagai petani merasa diperlakukan semena-mena,” keluhnya.

Senada dengan Daus, Wasito, petani lainnya, juga merasa kecewa dengan kondisi harga yang semakin tidak menentu.

“Saya juga kecewa, Bang. Mau jual ke pabrik hancur kalau ke lapak justru tambah hancur. Ungkap nya

Wasito berharap pemerintah segera mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah yang dialami petani singkong saat ini.

“Kami yakin pemerintah Kabupaten Lampung Utara bisa menemukan solusi atas permasalahan ini,” Pungkasnya. (Ags/npt)

Related posts