Terekam CCTV, Mantan Anggota DPRD Pesawaran Diduga Pukul dan Ludahi Wartawan 

DISWAYLAMPUNG.ID – Mantan Anggota DPRD Kabupaten Pesawaran RD kembali menjadi sorotan publik.

Kali ini dia diduga melakukan penganiayaan terhadap salah seorang wartawan media online Bintang TV Zahrial didalam rumahnya, pada senin malam (9/9/2025) sekitar pukul 20.20 Wib.

Peristiwa tersebut terjadi usai RD dipanggil sebagai saksi kasus dugaan pencemaran nama baik Tokoh Pendiri Kabupaten Pesawaran (P3KP) Mualim Taher di Polda Lampung.

Zahrial mengatakan RD mendatangi kediaman rumahnya dengan mengendarai mobilnya dan melakukan kekerasan dengan memukul dan meludahi dirinya yang disaksikan adik kandung Zahrial.

Aksi itupun terekam oleh CCTV rumah korban, dan Zahrial melaporkan aksi penganiayaan itu ke pihak Polres Pesawaran pada Selasa (10/9/2025).

Dalam laporannya Zahrial menyebut peristiwa terjadi saat terlapor mendatangi rumah korban, mengetuk pintu tiga kali, kemudian memanggil korban untuk berbicara di luar rumah. Saat korban menolak dan meminta berbicara di dalam rumah karena sedang bekerja, terlapor diduga langsung melakukan penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 dan/atau Pasal 352 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Sebelumnya, Zahrial merupakan seorang wartawan yang kebetulan sedang mendampingi pelapor Mualim Taher ke Polda Lampung terkait dugaan pencemaran nama baik Mualim Taher sebagai tokoh pendiri Pesawaran.

Ia memilih menghormati proses hukum dan tidak mempublikasikan kasus tersebut di media. Laporan tersebut saat ini sedang dalam tahap penyidikan oleh unit Siber Polda Lampung. Penyidik tengah mengumpulkan alat bukti, meminta keterangan dari tim ahli, serta melakukan koordinasi dengan pihak Meta selaku pengelola platform Facebook.

Juga dalam kejadian tersebut semakin memperjelas bahwa akun “Rama Saputra” disebut secara langsung oleh RD dalam rekaman video CCTV. RD terlihat mendatangi rumah Zahrial dan mengatakan, “Kamu melaporkan saya ya, Rama Saputra.” Kendati oleh Zahrial telah dijawab bahwa bukan ia yang melaporkan, pukulan tetap saja mendarat di wajah Zahrial, dan hal ini yang menjadi salah satu bukti petunjuk bahwa akun tersebut digunakan olehnya.

Aksi RD ini memantik keprihatinan masyarakat. “Kami masyarakat geram mengetahui kelakuan seperti ini. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu, jangan sampai ada kesan kebal hukum. Nggak ada manusia kebal hukum, apalagi dia kan tahu sendiri katanya sekretaris salah satu Lembaga Adat, seharusnya memberikan contoh yang baik, bukan malah kelakuannya seperti itu,” ujar AN (38), tetangga korban.

Publik kini menanti sikap tegas aparat. Apakah hukum akan berjalan sebagaimana mestinya, atau justru kembali menjadi tontonan ketidakadilan?.(JKO)

Related posts