Angkutan Batubara di Lampura Dikeluhkan

Diswaylampung.id – Selain kerusakan jalan dan lingkungan tercemar, kendaraan angkutan batu bara yang melebihi kapasitas jalan serta dimensi banyak merenggut nyawa pengguna jalan. Khususnya pengendara roda dua (R-2), atau sepeda motor.

Sehingga cukup mengganggu, sebab informasi dikumpulkan wartawan dilapangan banyak kejadian kecelakaan diakibatkan kendaraan pengangkut batu bara odol ini. Bahkan merenggut nyawa pengguna lalu – lintas.

“Harus ekstra hati – hati, bila tidak akan menjadi korban. Apalagi saat ini jalan sudah mulai rusak, seperti bergelombang dan kulit aspal mengelupas. Meski belum lama diperbaikki,” ujar salah seorang pengendara, Enda kepada media ini, Rabu, 8 Januari 2024.

Setidaknya di 2023, diperkirakan ada 3 kejadian yang merenggut nyawa pengguna jalan. Sehingga cukup mengkhawatirkan, selain itu pengendara harus ekstra hari – hati.

“Sudah banyak nyawa melayang, seperti kejadian di depan Handayani Kotabumi. Lalu, di depan kantor DPRD yang kesemuanya meninggal dunia korbannya,” ujar salah seorang warga Kotabumi, AR.

Bila tidak ekstra hati – hati, menurutnya akan mengalami nasib serupa. Yakni kecelakaan, bahkan tertabrak kendaraan berat yang tak sesuai tonase dan dimensi itu hingga menyebabkan meninggal dunia.

“Kami berharap ini bisa menjadi perhatian para pemangku kebijakan. Sebab, masyarakat kecil-lah yang mendapat imbas terburuknya,” pungkasnya. (Ags)

Related posts