Dana Tabungan Siswa SD Raib Jelang Ajaran Baru, Dinas Pendidikan Lampura Akan Kami Panggil Kepseknya

DISWAYLAMPUNG.UTARA – Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara akan memanggil Kepala SDN 3 Kembang Tanjung, tindak lanjuti keluhan warga tabungan anaknya raib jelang tahun ajaran baru 2025. Apabila tidak dapat diselesaikan, maka akan memanggil oknum guru honor yang berinisiatif mengumpulkan dana tabungan siswa.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Tenaga Kependidikan Disdik Lampura, Diana mewakili kepala menanggapi persoalan belum dibayarkannya uang tabungan siswa meski telah dijanjikan akan dibagikan disaat pembagian raport tersebut di ruangannya, Senin, 16 Juni 2025.”Akan kita panggil kepala sekolah, untuk dapat menyelesaikan segera. Bila tidak bisa dipenuhi, maka akan memanggil guru (wali kelas) bersangkutan,” ujarnya.

Menurutnya guru, apalagi berstatus pegawai honorer itu tidak diperkenankan mengumpulkan atau bahkan memegang dana siswa. Sebab, tidak memiliki latar belakang dan kemampuan dalam mengelola keuangan.

Untuk perbankan sendiri, itu diawasi oleh otoritas jasa keuangan (OJK). Sementara guru dipertanyakan pengawasannya. “Seperti apa pengawasan, apa itu langsung diawasi kepala disetorkan ke bank. Agar tidak terjadi hal tak diinginkan, seperti yang terjadi hari ini,” terangnya.

Sehingga menyayangkan kejadian raib-nya puluhan uang siswa. Apalagi belakangan tersiar kabar adanya “Family Gatehring” kepala sekolah. Seharusnya mereka menyelesaikan persoalan tersendatnya pembagian tabung itu terlebih dahulu.”Dari 30, ternyata ada 22 orang yang menabung. Untuk jumlah-nya, itu sekitar Rp17-an juta. Kan besar juga uang itu,” tegasnya.

Sehingga bila terjadi sesuatu, dapat menimbulkan persoalan dikemudian hari. Dia pun mempertanyakan ada petunjuk teknis mengenai pelaksanaannya? Sebab, dinas pendidikan belum pernah memberikan instruksi mengenai persoalan ini.

“Kalau dinas memang tidak pernah mengeluarkan, diperbolehkan atau tidak itu ada disekolah. Tapi sebaiknya dihindari, karena sepengetahuan kami tidak tekhnis mengatur-nya. Dan bila sudah kejadian begini, pasti repot dibuatnya,” imbuhnya.

Sebelumnya, elemen masyarakat di Kabupaten Lampung Utara kritisi sikap dari kepala sekolah (KS) SD Negeri 3 Kembang Tanjung. Pasalnya, dikala para orang tua harus menunggu kepastian akan uang yang hilang karena dana tabungan tak kunjung dikeluarkan.

Malahan belakangan tersiar kabar sang oknum KS memajang selebaran “Family Gatehring” kepala sekolah dan pensiunan guru ke lombok, Provinsi NTB; Bali, Malang, Jatim dan Bromo, DIY yang viral di daring. Via medsos, WhatsApp lengkap dengan logo pemerintah daerah didalamnya.

Yang rencananya akan digelar pada tanggal 18 – 25 Juni 2025, dengan pendaftaran sebesar Rp1 juta/ kepala dan masa pelunasan terakhir di tanggal 6 Juni 2025. Tercantum jelas nama kepala sekolah, Prihatin dalam nomor rekening dituju di bank Himbara yakni BRI.

“Cukup menyedihkan, dikala para orang tua masih bingung mencari dana talangan untuk membeli keperluan anak karena dana tabungannya hilang. Ini malah kepala sekolah-nya ngumpulin dana untuk berangkat jalan – jalan, dengan koleganya para kepala sekolah dan teman sejawat guru (pensiunan),” ujar salah satu elemen masyarakat dari Laskar Merah Putih Perjuangan (LMPP) Lampura, Santori, sekaligus Ketua Marcab Lampura itu kepada , Minggu, 15 Juni 2025.*(Ags)

Related posts