Lampung Siap Jadi Destinasi Kecantikan dan Wisata Krakatau Bertransformasi Jadi Lebih Profesional

DISWAYLAMPUNG.ID – Dalam rangkaian Krakatau Festival (K-Fest) tahun 2025, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung akan menggelar Aesthetic Clinic Fair, sebuah acara yang bertujuan memperkuat posisi Lampung sebagai destinasi kecantikan unggulan. Event ini dijadwalkan berlangsung pada 23 hingga 27 Juli mendatang.

Kepala Disparekraf Lampung, Bobby Irawan, menyampaikan harapannya bahwa Aesthetic Clinic Fair dapat menjadi momentum bagi pengembangan sektor kecantikan sekaligus kesehatan di daerah ini.

“Melalui Aesthetic Clinic Fair yang menjadi bagian dari K-Fest, kami ingin mewujudkan Lampung sebagai destinasi kesehatan dan kecantikan yang semakin dikenal,” ujar Bobby saat konferensi pers di Els Coffee Roastery, Minggu (29/6/2025).

Bobby menambahkan bahwa Lampung memiliki potensi besar untuk bersaing dengan provinsi lain sebagai destinasi wisata yang menarik, khususnya di bidang kesehatan dan kecantikan.

K-Fest sendiri pada tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-34 dan telah menjadi bagian dari kalender acara nasional trip Krakatau.

Bobby menegaskan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak untuk terus memajukan kreativitas dan inovasi dalam festival ini.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Disparekraf juga menerapkan pendekatan baru dalam pengelolaan wisata Gunung Anak Krakatau.

Tidak lagi mengandalkan subsidi dan penyelenggaraan hanya saat festival, perjalanan wisata ke Krakatau kini dapat dilakukan secara mandiri sepanjang tahun melalui agen perjalanan resmi.

“Transformasi ini bertujuan menjadikan pariwisata lebih profesional, berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal,” jelas Bobby.

Pemerintah berperan sebagai regulator, promotor, dan fasilitator, sementara penyelenggaraan perjalanan diserahkan kepada agen wisata.

Dengan pendekatan ini, wisatawan dapat mengakses paket tur ke Krakatau kapan saja melalui agen perjalanan yang telah terverifikasi. Pemerintah juga mendukung pelaku usaha wisata untuk mengembangkan layanan yang inovatif dan ramah lingkungan.

Selain itu, pemerintah menyiapkan potongan harga khusus untuk kelompok mahasiswa dan pelajar sebagai bagian dari kerja sama dengan operator lokal.

Keselamatan, keamanan, dan prinsip konservasi menjadi prioritas utama, dengan pembatasan jumlah peserta demi menjaga kelestarian kawasan.

Bobby menambahkan bahwa pendekatan baru ini juga membantu efisiensi anggaran pemerintah. Dana yang sebelumnya dialokasikan untuk fasilitas gratis akan dialihkan ke promosi pariwisata Lampung di tingkat global dan pembangunan infrastruktur penunjang.

Di masa depan, pemerintah akan menetapkan regulasi terkait kuota wisatawan, tarif layanan, dan standar operasional agen perjalanan.

Selain itu, akan dikembangkan paket wisata edukatif seperti tur vulkanologi dan program konservasi untuk memperluas segmen pasar dan meningkatkan nilai tambah pariwisata Lampung. (Jni)

Related posts