Diswaylampung.id – Warga menilai harga elpiji tabung 3kg ditingkat masyarakat dapat mencapai lebih dari Rp27 ribu/ tabung. Pasca kenaikkan harga ditingkat pangkalan Rp20 ribu/ tabung. Pasalnya, warga mendapatkan tabung melon telah mencapai harga Rp25 ribu/ tabung, sebelum kenaikkan ditingkat pangkalan Rp18 ribu/ tabung.
Sebab, mereka membeli dari warung. Akibat ketersediaan tabung gas elpiji 3kg cukup langka dijual di pangkalan.
Sehingga harus membeli di warung, karena tidak ada stok ditingkat pangkalan.”Bagaimana kami mau membeli, kalau setiap datang itu barangnya selalu kosong. Sudah jauh – jauh ke pangkalan tidak ada, mending beli di warung,” ujar salah seorang warga Kotabumi, Jaya kepada disway.id, Kamis, 9 Januari 2024.
Menurut warga, kenaikkan harga elpiji subsidi tidak menjadi persoalan bila dibarengi dengan ketersediaan yang memadai. Akan tetapi, fakta dilapangan masyarakat selalu kesulitan saat dibutuhkan. Seperti jelang hari – hari besar, seperti puasa, lebaran dan hari besar lainnya.
Sehingga, harus rela merogoh kocek dalam – dalam hanya untuk mendapat piranti memasak tersebut. Jauh dari harga ditetapkan pemerintah selama ini, yakni sekitar Rp25 -26 ribu/ tabung.
“Untuk penyelesaian, itu sudah sering dilakukan. Tetapi kenyataan dilapangan, masyarakat sulit mendapatkan dengan harga sesuai ketetapan. Kalaupun ada, ditebus dengan harga selangit,” timpal warga lainnya, Ani.
Dia menyebut solusi diberikan selama ini, seolah tidak menjadi solusi dari harga yang dapat diakses oleh masyarakat. Demikian juga, dengan ketersediaan di tingkat pangkalan. Mereka (oknum) selalu kucing – kucingan, untuk dapat meraup untung besar.
“Hanya untuk memasak pun sulit, belum lagi ditambah dengan adanya kenaikkan kebutuhan pokok. Seperti cabai, bawang, daging ayam potong dan lainnya,” tambahnya.
Sehingga menambah sulit ekonomi masyarakat. Belum lagi, ditengah kondisi paceklik saat ini. Cukup memberatkan, khususnya masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. (Ags)




