Memanas! DPRD vs Pemkab Pesawaran soal Gedung Rusak, Kinerja Bupati Nanda Indira Disorot Tajam

DISWAYLAMPUNG.ID – Polemik belum juga diperbaikinya Gedung DPRD Kabupaten Pesawaran yang rusak berat sejak runtuhnya ornamen kian memanas dan membuka kritik keras terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Pesawaran.

Ketua DPRD Pesawaran, Achmad Rico Julian, melontarkan kritik tajam terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran yang dinilai lamban dan terkesan abai, meski anggaran miliaran rupiah telah disahkan dalam APBD 2026.

Diketahui Gedung DPRD yang mengalami kerusakan sejak runtuhnya ornamen pada 23 Mei 2025 hingga kini belum juga tersentuh perbaikan. Padahal, memasuki April 2026, proyek tersebut seharusnya sudah berjalan.

Kondisi ini memantik sorotan publik yang mempertanyakan keseriusan eksekutif dalam menangani fasilitas vital milik daerah.

Rico menegaskan, DPRD telah menjalankan fungsi penganggaran secara maksimal. Namun, realisasi di lapangan justru nihil progres.

Ia pun mempertanyakan komitmen pemerintah daerah, khususnya kepala daerah, dalam menyikapi persoalan tersebut.

“Anggaran sudah kami sahkan dalam APBD 2026. Ini sudah bulan April, tapi belum ada tanda-tanda pekerjaan dimulai. Ada apa dengan pemerintah daerah? Di mana keseriusan bupati?” tegas Rico, Sabtu (11/4/2026).

Menurutnya, gedung DPRD bukan sekadar kantor, melainkan ruang pelayanan publik tempat aspirasi masyarakat disalurkan. Lambannya penanganan dinilai mencerminkan lemahnya respons pemerintah terhadap kebutuhan dasar kelembagaan.

Tak hanya itu, Rico juga menyoroti kepemimpinan Bupati Pesawaran, Nanda Indira, yang dianggap belum menunjukkan perhatian serius terhadap kondisi tersebut. Ia menilai, pembiaran ini berpotensi menurunkan kepercayaan publik.

“Ini bukan hal kecil. Gedung DPRD adalah simbol representasi rakyat. Kalau dibiarkan rusak, ini mencerminkan bagaimana pemerintah memandang pelayanan publik,” ujarnya.

Kerusakan yang berlarut-larut, lanjut Rico, telah mengubah wajah gedung yang sebelumnya megah menjadi memprihatinkan. Bahkan, aktivitas dewan terpaksa dilakukan dengan keterbatasan, termasuk opsi berpindah ke Gedung Serba Guna (GSG) Pemkab Pesawaran.

“Kami sudah menganggarkan, tapi pelaksanaan ada di tangan bupati. Apakah kami harus terus bekerja dalam kondisi tidak nyaman dan penuh kekhawatiran?” sindirnya.

Rico yang juga menjabat Ketua DPC Partai Gerindra Pesawaran itu menegaskan, kondisi ini tidak boleh terus dibiarkan tanpa kepastian. Ia mendesak adanya langkah konkret dari pemerintah daerah agar perbaikan segera direalisasikan.

“Sudah berbulan-bulan dibiarkan. Seolah tidak penting,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemkab Pesawaran belum memberikan keterangan resmi terkait belum dimulainya proyek perbaikan tersebut. (JKO)

Related posts