DISWAY LAMPUNG.ID – Upaya peningkatan mutu pendidikan terus dilakukan di Kabupaten Pesawaran. Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi digital oleh Pengawas Sekolah Kecamatan Way Ratai, Husen Arifin S.Pd., yang melakukan pendampingan pembuatan microsite bagi kepala sekolah dan guru di wilayah binaannya.
Sebanyak 16 sekolah yang terdiri dari 14 sekolah dasar, 1 Taman Kanak-Kanak, dan 1 sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Way Ratai menjadi sasaran pendampingan, dengan melalui microsite, kinerja pengawas, kepala sekolah, dan guru dapat dipantau secara lebih efektif dan efisien.
“Dengan adanya microsite, Dinas Pendidikan dapat memantau kinerja pengawas, kepala sekolah, dan guru hanya dengan sekali klik,” ujar Husen Arifin, Jumat (6/2/2026)
Microsite sendiri merupakan mini website yang dirancang untuk tujuan tertentu. Dalam dunia pendidikan, platform ini dimanfaatkan sebagai sarana dokumentasi, pelaporan, serta pemantauan kinerja secara digital dan terintegrasi.
Dalam proses pendampingan, Husen juga memanfaatkan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital yang merupakan bantuan dari pemerintah. Perangkat ini digunakan sebagai media pendukung agar kepala sekolah dan guru lebih mudah memahami konsep serta praktik pembuatan microsite.
“IFP sangat membantu, karena dapat menampilkan contoh microsite secara langsung dan memudahkan guru untuk mempraktikkannya,” tambahnya.
Namun, tugas sebagai pengawas sekolah bukan tanpa tantangan, Husen Arifin harus menempuh perjalanan sejauh 1,5 hingga 2 jam dari tempat tinggalnya di Gedong Tataan menuju sekolah-sekolah binaannya.
Beberapa sekolah berada di daerah terpencil dengan medan yang sulit, seperti UPTD 18 Way Ratai yang terletak di wilayah pegunungan dengan akses jalan belum beraspal.
“Terutama saat hujan, medan perjalanan cukup berat dan menjadi tantangan tersendiri,” ungkapnya.
Selain kendala geografis, tantangan lain yang dihadapi adalah keterbatasan kemampuan teknologi sebagian guru dan kepala sekolah. masih banyak yang belum terbiasa mengoperasikan laptop dan memahami teknologi informasi, sehingga proses pendampingan membutuhkan waktu lebih lama, ditambah lagi, kualitas jaringan internet di sejumlah sekolah masih kurang memadai.
Meski demikian, upaya tersebut membuahkan hasil. Pada Januari 2026, seluruh kepala sekolah dan guru di wilayah binaannya telah berhasil menyelesaikan pembuatan microsite dan siap memanfaatkannya untuk meningkatkan kinerja.
“Pengawas memiliki peran ganda, sebagai pelaksana sekaligus penilai kinerja kepala sekolah. dengan microsite, proses pemantauan menjadi lebih efektif dan efisien,” jelas Husen.
Inisiatif ini merupakan bagian dari program Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran bersama seluruh pengawas sekolah untuk mendorong transformasi digital dan meningkatkan kualitas pendidikan.
“Pendampingan pembuatan microsite ini dilakukan oleh seluruh pengawas sekolah di wilayah binaannya masing-masing,” tutup Husen. (joko)




