Diswaylampung.id – Satu capaian luar biasa sepanjang sejarah Tenis Meja Lampung, sukses menyumbangkan dua medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh – Sumut yang digelar di Gedung Olahraga Angsapura Medan.
Dua medali emas itu masing-masing disumbangkan dari nomor beregu putra dipunggawai Rafanael Nikola Niman, Braydon Juvensim Susilo, Akh Dahlan Haruri, dan Anaqi Davala.
Sementara satu medali emas lainnya datang dari nomor perseorangan putra disumbangkan oleh Rafanael Nikola Niman.

Diketahui, Lampung menjadi “penakluk” raksasa tenis meja Indonesia, yakni Jawa Timur dan Jawa Barat dalam beberapa nomor yang pertandingkan mulai dari beregu putra, dan tunggal putra.
Hal ini mencatat sejarah baru bagi Provinsi Lampung lewat cabor tenis meja.
Atlet tenis meja Lampung Rafanael Nikola Niman, merasa bangga bisa memberikan kontribusi nyata bagi Provinsi Lampung.
“Ini emas pertama sepanjang sejarah Lampung. Tapi memang jalan menuju kemenangan penuh dengan tantangan, terutama menghadapi atlet-atlet tangguh dari Pulau Jawa,” ujarnya, Selasa (24/9/2024)
Nael menyebut bahwa, 2 medali emas yang telah sudah melampaui target diberikan KONI Lampung kepada tim putra tenis meja. Karena, Target awal satu medali perak dan satu perunggu.
“Medali adalah simbol usaha dan dedikasi, bukan hanya bagi saya pribadi, tapi juga untuk masyarakat Lampung yang terus mendukung,” tuturnya.
Sementara, Braydon Juvensim Susilo yang merupakan atlet tenis meja termuda yakni berusia 16 tahun yang ikut serta pertama kali dalam ajang PON mengaku bangga menjadi bagian dari tim beregu putra.
“Saya cukup puas dengan performa selama pertandingan kemarin, karena lawan saya pun mempunyai pengalaman yang lebih diatas saya,” tambahnya.
Setelah mendapat kemenangan penuh ini, braydon mengaku akan terus berlatih lebih keras dan giat mengikuti berbagai ajang kompetisi di tingkat lokal hingga nasional, demi memperebutkan tempat di pemusatan latihan nasional (Pelatnas).
“Semoga pengorbanan waktu yang dijalani selama ini terbayarkan. Dan dapat berbuah manis dan terus mengharumkan nama Provinsi Lampung,” ungkapnya.
Kemudian Dahlan melanjutkan, dua medali emas yang diraih tenis meja Lampung pada PON kali ini merupakan hasil kerja keras.
Pasalnya, sebelum berangkat ke PON Aceh-Medan, ia dan tim harus menjalani latihan keras dengan melaksanakan beberapa pertandingan uji coba.
“Ini buah persiapan kita melakukan latihan maksimal dan intensitas cukup tinggi. Kita TC dua kali di Lampung satu setengah bulan, kedua kita pergi ke China sampai seminggu sebelum berangkat PON. Satu hari 9 jam latihan,” jelasnya.
Dia pun menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada klub SIM yang telah mendedikasikan waktu dan dana untuk atlet tenis meja Lampung.
“Sebelum berangkat PON, kita sempat berangkat ke China untuk menjalani pemusatan latihan, dan itu biayanya murni dari klub. Kita juga memanggil pelatih Cina ke Lampung. Itu juga murni dibiayai oleh klub SIM,” pungkasnya
Para atlet tenis meja Lampung ingin kedepannya, perhatian terhadap cabang olahraga tenis meja akan semakin ditingkatkan, baik dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) maupun pemerintah daerah.
Menurutnya, pembinaan yang lebih maksimal dapat mendorong prestasi yang lebih baik lagi pada PON selanjutnya. (*)




