DISWAYLAMPUNG.UTARA – Ditemukan adanya zat berbahaya didalam makanan. Yakni kandungan zat pengawet (sulfit), dan bakteri dalam daging ayam.
Yang dikonsumsi oleh warga pasca hajatan salah satu tetangga di Kelurahan Tanjung Senang, Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara.
Hal itu berdasarkan hasil lab dari Labkesda Provinsi Lampung diterima oleh dinas kesehatan setempat yang keluar sekitar satu pekan lalu.”Ada ambang batas yang harus dipenuhi, itu telah melebihi. Sehingga menyebabkan warga mengalami gejala keracunan, seperti mual, sakit perut sampai dengan muntah – muntah,” kata Kabid Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes Lampura, Dian Mauli mewakili Kepala Dinas, Maya Manan kepada disway.id melalui sambungan WhatsApp -nya, 15 Juni 2025 malam.
Selain zat yang biasa ada didalam pengawet makanan, berdasarkan hasil lab juga ditemukan adanya bakteri pseudomonas dan klebsiella. Itu menurutnya bisa jadi saat mengolah daging menjadi lauk. “Kalau bakteri, itu biasanya dicari pengolahan. Mungkin faktor kebersihan dan lainnya, hingga menimbulkan bakteri tersebut,” terangnya.
Atas kejadian itu, pihak dinas kesehatan menghimbau kepada masyarakat untuk berhati – hati dalam membeli dan mengolah makanan hingga dihidangkan. Khususnya mereka yang memiliki hajat menggelar pesta dan syukuran.
Hingga tidak terjadi kejadian serupa dilapangan.”Harus hati-hati, pastikan bahan makan bisa itu ayam, ikan dan lauk pauk itu kondisinya aman. Termasuk pengolahan, baik itu alat, kebersihan dan lainnya itu dipastikan bersih dan sehat. Kalau kita sifatnya itu pembinaan saja,” ungkapnya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara mencatat ada 296 warga terdampak keracunan sampai dengan, Jumat, 23 Mei 2025. Yang diduga akibat makanan dari orang hajatan berada di lingkungannya, yakni Lingkungan (LK) 3, Kelurahan Tanjung Seneng, Kotabumi.
Yang terdiri dari 227 orang rawat jalan, meningkat dari sebelumnya 175 warga. Serta 69 orang, 26 di RS Handayani, Ryacudu (24), CMC (12) dan Maria Regina (7).
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes Lampura, Dia Mauli menjelaskan bahwasanya ada penambahan kasus terhadap warga terdampak makanan dari orang hajatan yang diduga terkontaminasi (racun).
Sehingga mengakibatkan warga mengalami gejala seperti keracunan.”Dari data kita, memang sedikit ada penambahan. Untuk yang dirawat jalan itu biasanya dampak ditimbulkan masih terbilang ringan,” kata dia.(Ags)




