Wartawan Diintimidasi Saat Liput Sidang Eks Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Ponsel Dipukul Pria Berkacamata Hitam

DISWAYLAMPUNG.ID – Insiden dugaan intimidasi terhadap jurnalis kembali terjadi di Pengadilan Negeri Tanjungkarang. Reporter Tribun Lampung, Bayu Saputra, mengaku mendapat perlakuan intimidatif saat meliput sidang dugaan korupsi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kabupaten Pesawaran dengan terdakwa mantan Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona, Jumat (3/7/2026).

Peristiwa itu terjadi ketika Bayu merekam video Dendi Ramadhona yang baru keluar dari ruang sidang. Tiba-tiba, seorang pria berkacamata hitam berpakaian serba hitam menghampiri dan memukul smartphone yang digunakan Bayu untuk merekam.

“Saya lagi mengambil video, tiba-tiba bapak berkacamata hitam itu memukul kamera ponsel saya menggunakan kertas karton. Saya kaget dan takut karena gesturnya seperti mengancam saya,” ujar Bayu usai kejadian.

Bayu mengungkapkan, tindakan yang diduga sebagai bentuk intimidasi itu bukan kali pertama dialaminya. Menurutnya, pria yang sama hampir selalu berada di setiap persidangan Dendi Ramadhona dan beberapa kali mendekatinya saat menjalankan tugas jurnalistik.

“Setiap kali sidang orang itu selalu mendekati saya. Dia sering bilang, ‘buat berita yang benar ya’,” kata Bayu.

Tak hanya itu, pria tersebut juga disebut beberapa kali menghalangi wartawan yang hendak mengambil gambar Dendi Ramadhona di ruang sidang.

“Bahkan dia pernah bertanya saya wartawan apa dan tinggal di mana. Saya khawatir terjadi sesuatu,” ungkapnya.

Insiden tersebut membuat Bayu mengaku trauma dan khawatir keselamatan jurnalis yang meliput persidangan dapat terancam apabila tidak ada tindakan dari aparat keamanan.

Karena itu, ia berharap pihak Pengadilan Negeri Tanjungkarang bersama aparat kepolisian memperketat pengamanan selama proses persidangan berlangsung serta menindak tegas pihak-pihak yang diduga melakukan intimidasi terhadap wartawan.

“Kalau bisa aparat kepolisian berjaga dan mengambil tindakan tegas terhadap pria berkacamata hitam itu dan kelompoknya,” tegasnya. (*)

Related posts