DISWAYLAMPUNG.ID – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, mengajak umat Islam untuk tidak membiarkan nilai-nilai spiritualitas berakhir seiring berlalunya bulan suci Ramadan. Hal tersebut ditegaskannya saat memberikan sambutan pada Gema Takbir Akbar Nasional yang dipusatkan di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Menteri Agama menekankan bahwa indikator keberhasilan ibadah seseorang terletak pada kemampuannya menjaga konsistensi kebaikan di sebelas bulan berikutnya. Menag berharap suasana kebatinan Ramadan dapat menyatu dalam seluruh nafas kehidupan umat sepanjang tahun.
“Mari kita menyatukan dua belas bulan ini semuanya terasa Ramadan. Sehingga kita tetap melakukan kebaikan dan tetap menjauhi keburukan-keburukan, dan inilah yang akan menjemput kita untuk menjadi orang yang menggapai husnul khatimah,” ujar Menag Jum’at (22/3/26).
Dalam kesempatan tersebut, Menag juga membagikan observasinya terhadap fenomena peningkatan kualitas iman jamaah di Masjid Istiqlal. Ia mencatat bahwa selama sepuluh hari terakhir Ramadan, kepadatan jamaah meningkat dua kali lipat dan tidak lagi hanya terpaku pada malam-malam ganjil.
Menurut Menag, hal ini menunjukkan bahwa umat mulai memahami substansi terdalam dari ibadah, yakni mencari sang pencipta momentum, bukan sekadar mengejar peristiwa spiritualnya saja.
“Ada kesadaran iman jamaah Masjid Istiqlal. Mereka mencari bukan lagi Lailatul Qur’an, tapi mereka mencari siapa sesungguhnya menurunkan Lailatul Qadr, yaitu Allah. Pencarian siapa menurunkan Lailatul Qadr tidak ada bedanya malam ganjil malam genap,” jelasnya.
Menag juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras jajaran Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam yang telah meluaskan syiar Ramadan hingga ke daerah-daerah yang sulit dijangkau, serta membangun kolaborasi digital dengan perwakilan Indonesia di luar negeri.
Ia berharap, kemeriahan malam takbir yang terpancar dari Masjid Istiqlal dapat menjadi kekuatan syiar yang membawa pesan kedamaian dan persatuan bagi bangsa Indonesia.
“Semoga Allah memberkati kita semuanya. Terima kasih atas partisipasi seluruh pihak yang membantu syiar kemeriahan agama, khususnya Masjid Istiqlal, sehingga bisa berjalan lancar dan bisa menjadi kekuatan. Mari kita menyemarakkan malam kemenangan ini setelah kemarin kita berjuang meraih kedamaian,” pungkas Menag. (*)




