Lampung Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Pastikan Infrastruktur Lampung Siap Hadapi Nataru 2026 dan Puncak Musim Hujan

DISWAYLAMPUNG.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memastikan seluruh infrastruktur utama berada dalam kondisi siap menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Kesiapsiagaan ini sekaligus untuk mengantisipasi potensi bencana seiring meningkatnya curah hujan pada akhir tahun.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, saat menghadiri peringatan Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) di halaman Dinas PU
Lampung, Rabu (3/12).

Marindo menegaskan, momentum Hari Bakti PU menjadi pengingat pentingnya menjaga kesiapan infrastruktur, terutama pada periode rawan bencana. Ia meminta seluruh perangkat daerah memastikan fasilitas publik, jalan, serta jaringan drainase berada dalam kondisi optimal.

“Menjelang Natal dan Tahun Baru kita ingatkan semua pihak untuk memastikan kesiapan infrastruktur. Pembangunan dan perbaikan jalan yang kita programkan tahun ini sebagian besar sudah rampung,” ujarnya.

Menurutnya, pemeliharaan jalan lingkungan dan jalan desa juga perlu diperkuat oleh pemerintah kabupaten/kota guna meminimalkan dampak banjir dan genangan.
Selain jalan, kondisi saluran air menjadi perhatian.

“PSDA sudah memastikan saluran air terjaga. Kita cukup yakin kesiapan infrastruktur sampai akhir tahun. Namun jika terjadi musibah, kita harus sigap mengantisipasi,” kata Marindo.

Kepala BBWS Mesuji–Sekampung, Elroy Koyari, menyampaikan bahwa Kementerian PUPR telah menggelar apel siaga bencana sejak bulan lalu. Seluruh peralatan darurat, termasuk ekskavator dan material penanganan banjir, sudah disiagakan.

Menurut Elroy, kawasan dengan kemiringan lebih dari 40 derajat menjadi titik yang paling berpotensi longsor. “Semua peralatan sudah dicek dan diposisikan. Jika terjadi keadaan darurat, kami bisa bergerak cepat,” ujarnya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung, M. Taufiqullah, memastikan 52 ruas jalan provinsi siap melayani peningkatan aktivitas masyarakat selama Nataru.

“Alhamdulillah, seluruh pekerjaan fisik tahun ini sudah 100 persen selesai, hanya tinggal proses administrasi. Untuk menghadapi Nataru, semua ruas siap,” terangnya.

Ia menambahkan, sejumlah titik masuk kategori rawan bencana, sehingga koordinasi dengan BBWS dan perangkat daerah lainnya terus dilakukan.

“Peralatan penanganan darurat seperti untuk longsor sudah kami siapkan. Semoga Lampung terhindar dari kejadian seperti di beberapa daerah lain,” ujarnya.

Taufiqullah optimistis Lampung siap menghadapi peningkatan intensitas hujan pada Desember.

“Segala persiapan sudah kita lakukan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Marindo membacakan amanat Menteri Pekerjaan Umum dalam peringatan Hari Bakti PU ke-80. Menteri menekankan nilai historis perjuangan tujuh pegawai PU yang gugur mempertahankan Gedung Sate pada 3 Desember 1945.

Nilai perjuangan itu kini diwujudkan dalam Sapta Bakti Insan PU, yang menekankan integritas, empati, keselamatan kerja, inovasi, pemerataan pembangunan hingga pelosok, kualitas infrastruktur, dan semangat pengabdian.

Menteri PU juga menyoroti strategi nasional PU608, yang menargetkan ICOR di bawah 6, penurunan angka kemiskinan hingga 0 persen, serta kontribusi pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Sejumlah capaian strategis turut disampaikan, mulai dari pembangunan jaringan irigasi baru, penyelesaian bendungan, program Inpres Jalan Daerah, dukungan infrastruktur untuk Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), hingga Padat Karya Tunai (PKT).

Menutup amanatnya, Menteri PU kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem.

“Pastikan seluruh infrastruktur dalam kondisi mantap dan koordinasi darurat diperkuat demi kelancaran arus Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” ujarnya. (*)

Related posts