DISWAYLAMPUNG.ID – Hujan deras berintensitas tinggi disertai angin kencang yang mengguyur Kota Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 17.30 WIB, kembali memicu banjir di sejumlah titik.
Salah satu yang terparah terjadi di Jalan Hanoman, Kampung Betawi RT 006, Kelurahan Jagabaya I, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung.
Di lokasi tersebut, banjir bukan lagi peristiwa musiman melainkan “langganan banjir” yang tak kunjung mendapat solusi konkret dari Pemkot Bandar Lampung.
Air yang merendam pemukiman warga bahkan mencapai ketinggian 1,5 hingga 1,7 meter, atau setara sepundak orang dewasa sehingga memaksa warga melakukan evakuasi darurat.
Kondisi ini memantik sorotan tajam publik terhadap kinerja Pemerintah Kota Bandar Lampung yang dinilai belum mampu menghadirkan penanganan banjir secara komprehensif, khususnya di titik-titik rawan.
“Kami sudah berusaha jaga saluran air, jangan sampai tersumbat sampah. Tapi tetap saja banjir. Mau bagaimana lagi, saluran sempit dan sampai sekarang belum ada solusi,” ujar Kiki, warga setempat, dengan nada kecewa.
Mirisnya, kawasan ini mayoritas dihuni janda lansia yang rentan terdampak. Saat banjir datang, warga harus berjibaku menyelamatkan barang-barang seadanya. Gotong royong menjadi satu-satunya andalan di tengah minimnya bantuan.
“Semua kena banjir. Tetangga ada yang sudah tua, tidak ada yang bantu. Jadi kami saling tolong, walaupun rumah sendiri juga kebanjiran,” ungkapnya.
Berdasarkan Pantauan Media Disway Lampung di lokasi, sejumlah barang elektronik, pakaian, hingga perabot rumah tangga milik warga terendam karena tak sempat dievakuasi. Kerugian material pun tak terhindarkan.
Lebih ironis lagi, warga mengaku belum pernah menerima bantuan ataupun perhatian khusus dari pemerintah setempat setiap kali banjir melanda.
“Bantuan tidak pernah kami dapat,” tegas Kiki.
Warga pun berharap pemerintah tidak lagi sekadar meninjau, melainkan segera mengambil langkah nyata agar banjir tidak terus berulang.
“Kami ingin pemerintah turun langsung, lihat kondisi kami, dan beri solusi terbaik,” harapnya.
Sementara itu, Camat Way Halim Darwono menyebut ada tiga titik terdampak banjir di wilayah Jagabaya I, yakni Jalan Narada, Abimanyu, dan Tidore, dengan total sekitar 100 kepala keluarga (KK) terdampak.
Menurutnya, banjir terjadi akibat meluapnya aliran Way Belau. Ia juga menyatakan pihak Balai telah turun melakukan peninjauan.
“Ini karena luapan Way Belau. Dari Balai sudah datang mengecek. Kita tunggu tindak lanjut karena ini kewenangan mereka,” ujarnya.
Menanggapi keluhan warga terkait banjir yang terus berulang serta minimnya bantuan, Darwono membantah adanya pembiaran. Ia mengklaim pihak kecamatan telah melakukan berbagai upaya, termasuk pembersihan saluran dan mendorong gotong royong warga.
“Kita sudah lakukan pembersihan, gotong royong juga berjalan, dan Balai sudah cek,” kilahnya.
Namun demikian, pernyataan tersebut belum mampu meredam keresahan warga yang setiap tahun harus menghadapi ancaman banjir tanpa kepastian solusi. (JKO)




