Membaca Peluang Kusbani Pimpin Birokrasi Tertinggi di Kota Metro

Oleh: Abdulhak – Politisi Partai NasDem

Nilai wawancara bukan segalanya di seleksi Sekda Metro. Ada isu mundurnya kandidat kuat, dan nama Kusbani tiba-tiba jadi sangat diperhitungkan. Kenapa? Ini penjelasannya.

DISWAYLAMPUNG.ID – Proses seleksi terbuka Sekda Kota Metro memasuki fase penentuan setelah Panitia Seleksi mengumumkan hasil wawancara pada 19 Mei 2026. Drs. Ahmad Hariyanto, MM memimpin dengan nilai 88,23, disusul Ade Erwinsyah 86,14 dan Ika Pusparini Anindita Jayasinga 86,13. Sementara Dr. Kusbani. Berada di posisi keempat dengan 83,39. Meski angka menunjukkan tiga besar sementara, politik birokrasi tidak sesederhana skor wawancara.

Stabilitas pemerintahan, chemistry dengan kepala daerah, dan kemampuan konsolidasi ASN juga menjadi pertimbangan utama.

Di sinilah peluang Kusbani mulai terlihat. Dinamika seleksi belum final, dan pengalaman menunjukkan fase akhir sering lebih menentukan dibanding nilai awal. Saat ini beredar isu kemungkinan mundurnya Ade Erwinsyah maupun Ika Pusparini. Faktornya beragam, mulai dari kenyamanan di jabatan sekarang, pembacaan arah politik kepala daerah, hingga upaya menjaga keseimbangan internal birokrasi. Jika salah satu mundur, peta persaingan otomatis berubah drastis.

Kusbani sendiri memiliki modal yang tidak bisa diukur hanya dari nilai asesmen. Sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Metro, ia memahami kultur ASN, pola komunikasi antar OPD, dan karakter kepemimpinan yang dibutuhkan menjaga stabilitas. Gaya kerjanya yang teknokratis, matang, dan tidak agresif membangun pencitraan politik justru menjadi nilai plus. Sekda dibutuhkan sebagai pengendali birokrasi, bukan tokoh yang membangun poros politik sendiri.

Ada tiga alasan kuat yang membuat peluang Kusbani realistis. Pertama, pengalaman dan senioritasnya dalam koordinasi lintas OPD. Kedua, kedekatannya dengan kultur ASN Metro sehingga memiliki legitimasi internal. Ketiga, karakternya yang moderat dan tidak konfrontatif, sesuai kebutuhan kepala daerah di tengah dinamika politik lokal. Karakter seperti ini sering jadi pilihan aman untuk menjaga ritme pemerintahan tetap stabil.

Hari-hari ke depan akan menentukan arah akhir seleksi Sekda Metro. Apakah Ade Erwinsyah dan Ika Pusparini bertahan hingga akhir, atau terjadi perubahan peta politik birokrasi, semua masih mungkin. Yang jelas, nama Kusbani kini tak lagi sekadar pelengkap. Figur birokrat senior yang bekerja dalam senyap ini mulai muncul sebagai opsi paling realistis untuk memimpin birokrasi tertinggi Kota Metro secara definitif. (*)

Related posts