Tanggapi Truk Odol Dan Truk Tebu: Kolaborasi Tiga Pilar Akan Lakukan Razia!

DISWAYLAMPUNG.ID – Puluhan Kendaraan odol yang suka terparkir di atas jembatan abung kunang dan angkutan tebu yang melintas saat jam-jam sibuk mendapat respon dari kepala dinas Perhubungan Lampung Utara.

Hal ini di sampaikan oleh kepala dinas perhubungan. Anom sauni ketika di konfirmasi langsung, di tengah-tengah berjalan nya acara fest lampura.

Anom mengatakan. akan segera menindak lanjuti keluhan dari masyarakat, perihal gangguan lalu lintas yang di sebabkan oleh kendaraan odol, maupun mobil tebu yang melintas saat jam ramai.

“Kita sudah koordinasikan dengan pihak polres Lampura dan kasat lantas terkait kendaraan odol namun untuk truk pengangkut tebu mereka itu seharus nya tidak lewat perkotaan di karnakan mereka ada lintas sendiri mulai jalan bernah dan kali cinta. Ujar Anom,’Jumat Malam 27/9/25

saat di singgung langkah kedepan nya apa yang akan di ambil oleh dinas perhubungan.” kami akan lakukan razia gabungan kedepan nya bersama tiga pilar. Pemda, Polri dan TNI namun untuk kepastian nya belum tahu kapan.”Pungkas anom.

 

Sebelum nya telah di beritakan. puluhan mobil odol terpakir di atas jembatan abung kunang, serta kendaraan truk tebu yang melintas saat jam-jam sibuk.

Kekhawatiran masyarakat terhadap truk tebu yang beroperasi di jam sibuk umumnya disebabkan oleh potensi kemacetan parah, peningkatan risiko kecelakaan, dan kerusakan infrastruktur jalan.

Masyarakat merasa terganggu oleh truk besar yang menghambat arus lalu lintas pada jam-jam ramai, sehingga dapat berdampak negatif pada aktivitas dan keselamatan mereka.

Truk tebu, terutama yang berukuran besar, dapat menyebabkan penyumbatan jalan dan memperlambat arus lalu lintas pada jam sibuk, yang juga merupakan jam-jam penting bagi masyarakat untuk beraktivitas.

Ukuran dan berat truk tebu juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama jika beroperasi di area padat penduduk atau di jalan yang tidak dirancang untuk kendaraan besar, serta menjadi ancaman bagi pengguna jalan lainnya, termasuk pejalan kaki dan pengendara sepeda motor.

iwan (46). warga desa madukoro yang sehari-hari nya. melintas di jl. raya prokimal Kotabumi Utara. mengutarakan keresahan nya kepada media ini.

“Saya setiap hari pasti lewat sini bang karna mengantar dan menjemput anak sekolah, tapi selalu was-was karna mobil tebu yang besar melintas saat jam ramai. tidak hanya melintas terkadang, mereka memarkirkan kendaraan sampai ke bahu jalan seperti di depan SPBU prokimal. Ujar iwan kesal. Selasa 23/9/25

Selain masyarakat Kotabumi Utara warga kelurahan sribasuki pun merasa terganggu dengan melintas nya truk muatan tebu pada saat jam-jam ramai.

“Ini kan jalan baru juga di perbaiki oleh pemerintah. Kami senang jalan ini mulus lagi. berapa tahun kami merasa tersiksa dengan jalan yang banyak lubang nya. ini sekarang sudah alhamdulilah mulus.

Kalau muatan nya tidak juga terlalu banyak, sambung sadili namun mereka beroperasi di waktu-waktu sibuk. apa lagi sekarang ini mayoritas anak sekolah sudah menggunakan motor.

Tak menutup kemungkinan, kalau sering terjadi kecelakaan. ya harapan kami kepada dinas terkait atau instansi terkait. untuk lebih bijak lagi, dalam menertibkan kendaraan-kendaraan besar agar tidak melintas pada pagi atau siang hari. (Ags)

Related posts