Akibat Perubahan Cuaca, Kualitas Ikan Asin Di Pulau Pasaran Menurun

DISWAYLAMPUNG.ID – Perubahan cuaca yang tidak menentu belakangan ini menyebabkan menurunnya kualitas produksi ikan asin di Pulau Pasaran, Bandar Lampung. Hal ini dikeluhkan oleh para pengusaha dan nelayan pengolah ikan asin di daerah tersebut, yang selama ini dikenal sebagai sentra penghasil ikan asin terbesar di Lampung.

Penurunan kualitas ini diungkapkan oleh Abdul Aziz, salah satu pelaku usaha ikan asin di Pulau Pasaran. Ia menjelaskan bahwa cuaca yang sering hujan, mendung, dan lembap membuat proses pengeringan ikan menjadi terhambat, sehingga mutu ikan asin ikut menurun.

“Tenaga kerja yang biasanya hanya satu hari untuk menjemur ikan, sekarang bisa sampai dua hingga tiga hari. Warna ikan asin jadi kusam dan kekuningan. Pengolahan tetap dilakukan setiap hari, tapi kualitasnya jelas berkurang,” ujar Aziz saat ditemui di kediamannya, Jumat (01/08/2025).

“Yang pasti, kualitasnya kurang bagus. Harganya pun turun, dari Rp50.000 per kilogram menjadi Rp40.000 per kilogram. Padahal produksi terus berjalan seperti biasa,” tambahnya.

Aziz juga menyampaikan bahwa permintaan pasar tetap stabil, baik saat cuaca panas maupun mendung. Namun kondisi cuaca yang tidak mendukung mempersulit pelaku usaha untuk mempertahankan kualitas hasil produksi.

Pulau Pasaran sendiri dikenal sebagai kampung nelayan, di mana mayoritas warganya menggantungkan hidup dari usaha pengolahan ikan. Dalam kondisi normal, wilayah ini mampu memasok ikan asin ke berbagai daerah di Lampung bahkan ke luar provinsi.

Related posts