DISWAYLAMPUNG.ID – Puskesmas Kota Dalam terus menggenjot peningkatan layanan kesehatan jiwa, khususnya bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat.
Memasuki tahun 2026, pelacakan pasien putus obat dan pengawasan kepatuhan minum obat menjadi fokus utama yang dibiayai melalui Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan ODGJ berat yang sempat terlepas dari pemantauan kembali mendapatkan pengobatan secara rutin dan terkontrol.
Upaya tersebut dinilai krusial guna menekan risiko kekambuhan sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien.
Pelacakan dan pengawasan minum obat ini merupakan bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) Puskesmas.
Kepala Puskesmas Kota Dalam Lilis Pujiati, S.Kep., M.Kes. mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, pihaknya berhasil mencapai target maksimal.
“Capaian SPM layanan ODGJ berat tahun 2025 mencapai 100 persen, dan sebanyak 68 ODGJ berat di wilayah kerja kami berhasil dilacak, seluruhnya mendapatkan pengobatan, dan dipantau secara rutin oleh tenaga kesehatan,” ujarnya, Senin (26/1/2026) diruang kerjanya.
Selanjutnya, pemantauan dilakukan secara berkelanjutan oleh bidan desa dan perawat home care melalui kunjungan langsung ke rumah pasien.
Menurut Lilis, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja sama solid tim Puskesmas serta dukungan aktif masyarakat.
Memasuki tahun 2026, puskesmas kota dalam akan terus melacak keberadaan ODGJ Berat di Wilayah kerjanya, dan untuk Kegiatan pemantauan pengawasan kepatuhan minum obat ODGJ berat di Tahun ini akan dilakukan pada 19 Orang ODGJ.
Lebih lanjut, Tim medis Puskesmas Kota Dalam turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi kesehatan pasien, memastikan obat diminum sesuai anjuran, serta memberikan edukasi kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Selain pelayanan medis, petugas juga melakukan pencatatan dan pelaporan secara berkala sebagai bagian dari sistem pemantauan berkelanjutan.
Sasaran kegiatan tersebut tidak hanya pasien, tetapi juga keluarga dan pengasuh yang menjadi garda terdepan dalam perawatan ODGJ di rumah.
Dengan perawatan yang konsisten dan pengawasan ketat, Puskesmas Kota Dalam berharap ODGJ berat dapat hidup lebih stabil, mandiri, dan produktif.
“Ke depan, kami berkomitmen terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan demi terwujudnya masyarakat yang sehat dan sejahtera,” tutup Lilis.(Jko)




