Program Migran Vokasi Lampung Berjalan di 93 Sekolah, Wagub Jihan Lakukan Peninjauan

DISWAYLAMPUNG.ID – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meninjau pelaksanaan Kelas Migran Vokasi Jepang di SMKN 4 Bandar Lampung, Senin (17/11).

Dalam kunjungannya, Jihan mengapresiasi antusiasme para
siswa yang tengah mengikuti pelatihan bahasa Jepang. Ia menyebut program migran vokasi kini sudah berjalan di sejumlah sekolah, termasuk SMKN 4 yang menjadi salah satu sekolah rujukan di Lampung.

“Saya melihat anak-anak sangat bersemangat belajar bahasa Jepang yang dibimbing langsung para sensei. Harapannya, mereka bisa membuka peluang kerja sesuai cita-cita, termasuk ke Jepang,” ujar Jihan.

Ia mengakui Lampung masih kekurangan tenaga pengajar bahasa Jepang untuk memenuhi kebutuhan sekolah yang ingin membuka kelas serupa. Karena itu, pemprov terus menjalin komunikasi dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Indonesia melalui program Sastra Jepang.

“Kami sedang menjajaki kerja sama dengan beberapa universitas agar bisa bersinergi menyediakan pengajar,” kata dia.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menambahkan program migran vokasi ditargetkan berjalan di 240 sekolah. Namun hingga kini baru 93 sekolah yang sudah melaksanakan, dengan total sekitar 2.650 siswa.

“Sekarang ada 37 sensei yang mengajar di SMA dan SMK negeri. Sekitar 5.000 siswa lainnya masih menunggu dan insya Allah mulai berjalan bulan ini,” jelasnya.

Pemprov juga menyiapkan kebutuhan pengajar sekaligus memantau pelaksanaan pembelajaran. Thomas berharap sertifikasi kemampuan bahasa Jepang level N4 dapat dibuka di Lampung agar siswa tidak perlu mengikuti ujian ke luar daerah.

“Saat ini N4 hanya tersedia di Medan dan Palembang. Kami berharap kementerian bisa membuka pelaksanaan di Lampung,” tambahnya.

Menurut Thomas, saat ini fokus program masih ke Jepang. Namun tidak menutup kemungkinan diperluas ke negara Eropa bila ada peluang kerja sama. Ia menyebut Jepang tengah membutuhkan tenaga kerja di delapan sektor, mulai dari caregiver, perhotelan, hingga manufaktur.
Pemprov juga telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan yang siap merekrut siswa ketika dinyatakan siap
bekerja.

“Kami sedang memetakan minat siswa. Setelah itu akan dikonsolidasikan dengan Kementerian Pekerjaan Migran, Disnaker, dan perusahaan mitra di Jepang. Bahkan beberapa perusahaan dijadwalkan datang ke Lampung untuk melihat langsung proses pembelajaran,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 4 Bandar Lampung Dewi Ningsih mengatakan ada 58 siswa kelas XII yang mengikuti kelas migran vokasi Jepang. Untuk siswa yang sedang menjalani PKL, sekolah sudah berkoordinasi dengan industri.

“PKL berlangsung Senin sampai Kamis, sedangkan Jumat dan Sabtu siswa fokus mengikuti pembelajaran bahasa Jepang di sekolah,” jelasnya. (*)

Related posts