BPJN Lampung Alokasikan Rp615 Miliar untuk Pemeliharaan Jalan Nasional pada 2026, 43 Paket Pekerjaan Disiapkan

DISWAYLAMPUNG.ID – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Lampung (BPJN) Lampung merancang berbagai program strategis pada 2026 guna mempertahankan kondisi jalan nasional di wilayah Provinsi Lampung tetap mantap dan aman digunakan.

Kepala BPJN Lampung, Ali Duhari, mengungkapkan bahwa total panjang ruas jalan nasional di Lampung yang menjadi tanggung jawab penanganan mencapai 1.298 kilometer.

Untuk merealisasikan program tersebut, disiapkan anggaran sebesar Rp615 miliar. Dana itu bersumber dari APBN sekitar Rp503 miliar dan skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp112 miliar.

Menurut Ali, keseluruhan anggaran tersebut dibagi ke dalam 43 paket pekerjaan. Rinciannya, lima paket berasal dari pendanaan SBSN yang merupakan kelanjutan kontrak tahun jamak (Multi-years Contract) dari tahun sebelumnya dengan nilai Rp112 miliar. Sementara 38 paket lainnya dibiayai melalui APBN dengan total sekitar Rp503 miliar.

Dalam rencana kerja 2026, kegiatan preservasi jalan menjadi prioritas dengan target penanganan sepanjang 1.249 kilometer. Selain itu, BPJN Lampung juga merencanakan rekonstruksi jalan sepanjang 15,83 kilometer, rehabilitasi mayor 7,3 kilometer, serta rehabilitasi minor 25,53 kilometer. Secara keseluruhan, total penanganan efektif mencapai 48,66 kilometer.

Di sektor jembatan, BPJN Lampung menargetkan preservasi sepanjang 11.956 meter untuk 436 unit jembatan yang tersebar di berbagai ruas jalan nasional. Pemeliharaan dilakukan secara rutin maupun berkala guna memastikan keamanan dan fungsi jembatan tetap terjaga.

Satu proyek pembangunan jembatan yang masih berlangsung adalah Jembatan Way Kandis. Proyek tersebut menggunakan skema kontrak tahun jamak dan ditargetkan rampung pada 2026.

Ali menambahkan, dibandingkan tahun 2025 yang memiliki anggaran sekitar Rp592 miliar, pagu dana tahun ini mengalami kenaikan meski tidak terlalu besar.

Ia menegaskan bahwa upaya preservasi menjadi langkah penting agar kerusakan jalan tidak semakin parah di kemudian hari. Seluruh ruas utama, baik Lintas Barat, Lintas Timur, maupun Lintas Tengah, tetap menjadi perhatian.

Namun demikian, kondisi kemantapan jalan di Lintas Tengah saat ini tercatat paling rendah dibandingkan dua lintas lainnya. Karena itu, alokasi anggaran untuk wilayah tersebut berpotensi lebih besar demi meningkatkan kualitas infrastruktur.

Untuk 2026, BPJN Lampung belum merencanakan pembangunan jalan baru. Fokus utama tetap diarahkan pada pemeliharaan serta peningkatan kualitas ruas yang sudah ada agar tetap layak dan aman bagi pengguna jalan. (*)

Related posts