Polres Lampura Dalami Dugaan Kecurangan Takaran Minyak goreng “Minyak Kita”

Diswaylampung.id – Polres Kabupaten Lampung Utara saat ini tengah mendalami dugaan kecurangan dalam minyak goreng kemasan. Yang teranyar takaran “Minyak Kita” dan “Minyak Goreng Kita” tidak sesuai dengan ketentuan. Atau, dalam kemasan takarannya tak sesuai fakta.

Sehingga cukup merugikan, apalagi ditengah kondisi perekonomian masyarakat yang sedang terpuruk belakangan. Akibat berbagai faktor, salah satunya sulit menjual hasil panen singkong petani.

Kapolres Lampura, AKBP Teddy Kurniawan melalui Kasatreskrim, AKP Apfryyadi Pratama menjelaskan saat ini aparat kepolisian sedang mendalami masalah dugaan ketidak sesuaian takaran dalam minyak goreng kemasan merk “Minyak Kita” dan “Minyak Goreng Kita.

Seperti yang sedang viral, di daerah Tanggerang, Provinsi Banten adanya manipulasi takaran (l) yang tak sesuai aturan.”Saat ini kami tengah mendalami (penyelidikan) tentang takaran pada “minyak kita” dalam bentuk kemasan. Atau dalam instilahnya undercover,” kata dia kepada awak media disela – sela pengecekan takaran (uji takar) “Minyak Kita” dan “Minyak Goreng Kita” di Gudang Bulog, Mulang Maya, Kotabumi, Kamis, 13 Maret 2024.

Selain itu, Apfryadi juga menanggapi soal kelangkaan dan melambungnya harga Gas Elpiji 3kg diatas harga ditentukan. Meski baru ditingkat isu adanya dugaan pendistribusian ke luar daerah. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan juga persoalan lainnya sesuai fakta dilapangan.

Apalagi saat ini masyarakat tengah melaksanakan ibadah puasa, ditengah bulan penuh keberkahan. Belum lagi kondisi perekonomian, disaat hasil panen singkong petani tidak diterima di lapak maupun pabrik.

Sehingga menambah kesulitan warga.”Kita sedang mendalami itu (gas), saat ini baru di persoalan keluarnya gas dari daerah ditentukan. Untuk sementara, hasil kita masih belum ditemukan,” kata Kasat Reskrim Polres

Namun demikian, pihak Satreskrim Polres Lampura tidak berhenti disana. Namun, akan terus mendalami baik itu dari informasi masyarakat maupun proses penyelidikan langsung oleh aparat.

“Sumbang saran informasi dari masyarakat sangat diharapkan. Dalam meminilisir kelangkaan gas dilapangan,” terangnya.

Sebagai informasi, saat ini masyarakat cukup diberatkan dengan kondisi kelangkaan gas elpiji 3 kg. Untuk di daerah berbatasan langsung dengan Kotabumi, seperti di Kecamatan Abung Selatan itu sudah tembus di harga Rp40 ribu/ tabung.

Apalagi, untuk di daerah luar atau jauh dari pusat Ibu Kota kabupaten tertua di Lampung itu. Sehingga berharap ada solusi tepat, sebab, terdapat indikasi adanya penimbunan.

“Ini masih jauh dari puasa, kalau sulit begini mencarinya kemungkinan itu disimpan dan dijual saat lebaran nanti,” ujar salah seorang warga disana.*(Ags)

Related posts