DISWAYLAMPUNG.ID – DPRD Lampung Utara kembali menegaskan agar pemerintah kabupaten (PEMKAB) Lampung Utara, melarang truk pengangkut batu bara untuk melintas di jalan umum, terutama jalan wilayah Lampung Utara.
William Mamora. S.H M.H . Komisi III DPRD Fraksi Gerindra. menyatakan bahwa permasalahan ini seharusnya tidak sampai di Lampung Utara, karena truk batu bara ini kan berasal dari wilayah hulu , di Sumatra Selatan. Baru melintas di Waykanan , Lampung Utara Dan Lampung Tengah
“Meski nya pemerintah provinsi Lampung, Terkhusus Wilayah Yang di Lewati truk batu bara, harus mengambil sikap tegas, karena persoalan Gerakan Aksi Damai penolakan armada Batu Bara bukan kali pertama terjadi, truk batu bara tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga membahayakan masyarakat dan merusak infrastruktur milik negara,”ujar William Mamora, kamis (31 juli 2025)
Kendati Demikian. Komisi III DPRD Setempat menerangkan, Selain Merusak Infrastruktur. perusahaan batu bara ini tidak ada sama sekali kontribusi bagi pemerintah daerah. terhusus wilayah yang terkena dampak nya.
“Untuk itu, kedepan DPRD Lampung Utara akan melakukan pansus, sehingga kedepan nya truk -truk ini tidak lagi melintas di jalan umum terutama di jalan wilayah Lampung Utara.” Ungkapnya
Sebelumnya, Gerakan Masyarakat Lampung Utara (GEMAS-LU)Gelar Gerakan Aksi Damai penolakan armada Batu Bara yang melintas di jalan lintas kabupaten Lampung Utara yang melebihi tonase.
Kegiatan aksi damai penolakan armada Batu Bara ini di hadiri 18 desa perwakilan, mulai dari desa di kecamatan bukit kemuning sampai belambangan pagar kabupaten Lampung Utara,
Aksi damai Penolakan Armada Batu Bara GEMA -LU ini di komandoi oleh Pirhan, Syahbudin Hasan,Ade Firmansyah, serta di hadiri Wakapolres Lampung Utara, Kasat Intelkam Lampung Utara, perwakilan Kodim 0412/Lu
Aksi ini berlangsung di desa Muara Aman kecamatan Bukit kemuning, kabupaten Lampung Utara (Lampura,) Jumat (25 juli 2025)
Meski mendapat penolakan oleh warga serta masyarakat Truk batu bara ini tetap melintasi jalan tersebut.
Hal itu diungkapkan oleh zaili salah satu warga kecamatan Abung kunang, mengatakan bahwa meskipun sempat mendapat penolakan terhadap truk batu bara Namun masih tetap melintasi di wilayah Lampung Utara.
“Meskipun mendapat penolakan tapi truk-truk batu bara tetap melintas.” Kata zaili ketika wawancarai media ini. (Ags)




