Kakao dan Lada Pesawaran Dilirik Pengusaha asal Prancis, Berpeluang Tembus Pasar Ekspor

DISWAYLAMPUNG.ID — Potensi perkebunan kakao dan lada di Kabupaten Pesawaran, Lampung, kembali menarik perhatian global.

Dua tamu dari Badan Riset asal Prancis, Christian dan Balvin melakukakan kunjungan langsung ke kebun kakao dan lada hitam di Desa Sinar Harapan, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran untuk melihat langsung potensi pertanian dan kualitas komoditas unggulan di daerah tersebut.

Kunjungan itu disambut positif oleh para petani dan anggota DPRD Pesawaran dari Fraksi PDI Perjuangan, Harno Irawan.

Ia menilai perhatian dari pihak luar negeri menjadi peluang besar bagi petani untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memperluas akses pasar ekspor.

“Potensi perkebunan di Pesawaran sangat besar. Jika dikelola secara maksimal, kualitas kakao dan lada dari daerah ini mampu bersaing di pasar internasional,” kata Harno Irawan diruanganya, Selasa (19/5/2025)

Selain kakao, lada Lampung juga menjadi sorotan dalam kunjungan tersebut. Menurut Harno, lada asal Lampung memiliki karakter aroma yang kuat dan khas sehingga memiliki daya tarik tersendiri di pasar global.

“Lada Lampung punya ciri khas aroma yang kuat. Ini menjadi nilai tambah untuk pasar ekspor,” terangnya.

Dalam pertemuan dengan petani, delegasi Prancis menyoroti pentingnya pengolahan pasca panen, terutama fermentasi kakao.

Sebab, selama ini sebagian petani masih menjual biji kakao tanpa proses fermentasi sehingga harga jualnya relatif rendah.

Harga kakao di tingkat petani saat ini berkisar Rp40 ribu per kilogram. Namun, melalui proses fermentasi yang baik, nilainya disebut dapat meningkat hingga sekitar Rp100 ribu per kilogram.

Christian dan Balvin juga menyatakan kesiapan untuk memberikan pendampingan kepada petani, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penerapan teknik budidaya modern, hingga inovasi pengolahan hasil panen.

Harno mengatakan sebagian besar petani masih menggunakan metode tradisional dalam pengelolaan kebun.

Karena itu, menurut dia, inovasi dan pendampingan menjadi langkah penting untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.

“Ke depan perlu ada inovasi agar hasil panen lebih maksimal dan memiliki nilai jual lebih tinggi,” tegasnya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah agar lebih serius mendukung sektor perkebunan dan pertanian yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat di Pesawaran.

Menurut Harno, pengembangan komoditas kakao dan lada tidak cukup berhenti pada kunjungan atau seremoni, melainkan harus berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani.

“Kami ingin perkebunan di Pesawaran bisa go international dan kualitasnya diakui dunia,” pungkasnya.

Para petani menyambut positif peluang kerja sama tersebut. Mereka berharap adanya pendampingan dari pihak luar negeri dapat membantu meningkatkan mutu produksi sekaligus membuka akses pasar ekspor yang lebih luas bagi komoditas kakao dan lada di Bumi Andan Jejama. (JKO)

Related posts