Dispora Lampung Raih Foto Terfavorit di Festival Foto IJP Lampung 2025

DISWAYLAMPUNG.ID — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Lampung berhasil meraih Foto Terfavorit pada Festival Foto IJP Lampung 2025.

Kompetisi foto ini melibatkan 49 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Provinsi Lampung dan menyoroti karya-karya visual terbaik dari kegiatan pemerintahan dan masyarakat.

Karya foto Dispora yang meraih predikat favorit itu diambil saat Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membuka Kejuaraan Panahan Antar Pelajar dan Umum – Piala Gubernur Lampung 2025 di Stadion Pahoman, Bandarlampung pada 24 April 2025 lalu.

Foto tersebut dinilai mampu menangkap dinamika momen secara visual, jauh lebih dari sekadar dokumentasi seremonial.

“Saya melihat perubahan dari foto seremoni semata, menuju hasil visual yang benar-benar menangkap denyut kehidupan masyarakat,” ujar salah satu dewan juri, Simon Abdurrahman.

Menurut Simon, aspek human interest, ketepatan momen, dan sinergi visual menjadi kunci foto-foto yang kuat dan mampu berbicara kepada publik.

Foto bukan hanya sekadar dokumentasi kegiatan, tetapi cara untuk memberi suara pada kerja nyata yang dilakukan OPD, tambahnya.

Daftar Pemenang Festival Foto IJP Lampung 2025:
Juara I – Dinas Peternakan
Juara II – RSUD
Juara III – Dinas Lingkungan Hidup
Foto Terfavorit – Dispora Lampung

Nama-nama pemenang ini bukan sekadar daftar. Mereka mewakili semangat kerja yang difoto dengan kedalaman visual dan narasi kuat sehingga mampu menarik perhatian publik.

Festival ini dinilai oleh empat juri lintas profesi untuk memastikan penilaian yang adil dan berwawasan luas, yaitu:

Syahroni Yusuf – PWI Lampung
Oyos Saroso – AMSI Lampung
Ardiansyah – PFI Lampung
Simon Abdurrahman – Akademisi

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, memberikan apresiasi tinggi kepada OPD yang aktif berpartisipasi dalam festival ini. Di sela sambutannya, ia juga menyampaikan pesan tegas terkait keterlibatan OPD dalam publikasi kerja pemerintah.

“Atas nama Pemprov Lampung, saya mengapresiasi OPD yang aktif. Tapi saya juga ‘gemes’ melihat masih ada OPD yang belum optimal dalam publikasi,” ujarnya disambut tawa hadirin.

Ia menegaskan bahwa instruksi gubernur sangat jelas: OPD harus aktif di media sosial. Menurutnya, masyarakat kini tidak lagi menunggu informasi lewat papan pengumuman, tetapi justru melalui layar ponsel mereka setiap saat.

“Publikasi bukan sekadar pencitraan, tetapi bukti kerja nyata. Redaksi tanpa foto kurang lengkap yang membuat masyarakat ingin membaca adalah foto dan video, asalkan tetap beretika. Festival ini adalah langkah nyata dari IJP Lampung untuk mendorong kualitas komunikasi visual di lingkungan pemerintah,” tegasnya. (*)

Related posts