Harga Singkong Turun Petani Merugi, Cek Faktanya ! 

Diswaylampung.id – sudah Hampir 8 bulan tidak ada hujan, yang mengakibatkan sawah, lahan-lahan singkong hingga jagung mengalami kekeringan di wilayah, Kotabumi Lampung Utara. Sehingga para petani merasa sedih tidak bisa menanam kembali di Musim Tanam ke II.

Namun pada hari selasa, hingga rabu kemarin (10/9/24) hujan turun beturut – turut meski dalam intensitas ringan, dengan durasi yang lumayan lama.

Para petani pun sangat gembira, karena tanah sudah basah dan bisa memanen hingga langsung di tanami kembali. Sebagian masyarakat desa madukoro khusus nya mulai berbondong-bondong ke ladang untuk memanen singkong yang sudah masuk usia panen.

“Kalau hujannya sudah mulai turun meski tidak tiap hari. jadi setelah cabut kami bisa menanam kembali, ujar ipin (54), petani di Desa madukoro, Kecamatan Kotabumi Utara, Kamis (12/09/24).

sambung ipin, meski tidak bisa memprediksi cuaca. Tapi ketika hujan sudah mulai turun, dirinya tak akan khawatir untuk memulai menanam singkong. Apalagi saat ini waktu sudah memasuki Oktober akhir. Dimana, biasanya bulan Oktober adalah musim hujan.

“Ada hujan beberapa kali kami langsung menggemburkan tanah lahan untuk selanjutnya kami menanam bibit terlebih dahulu,” katanya

Kendati dilema pertanian menghampiri para petani di kabupaten setempat. setelah mendapatkan hujan yang membuat mereka senyum lebar. mereka kini di landa kekecewaan yang mana saat akan di jual hasil panen mereka seperti singkong, harga nya pun turun lumayan hingga 200 rupiah per KG.

“Harga singkong sekarang malah turun bang. turun sampai 200 rupiah per kg. tadinya 1500 skrng jadi 1300. kalau hitungan kami rugi karna saya pribadi sudah 2x tambal sulam singkong. kalau gak gini pada mati semua. kata daus.

Daus pemilik lahan singkong sekitar 5 hektar ini merasa kecewa. dan berharap pemerintah bisa mendengarkan keluh kesah petani khusus nya singkong. supaya bisa menstabilkan kembali harga

“Saya pribadi kecewa karna harga sekarang turun. harapan nya harga bisa normal karna kalau di hitung modal kami bisa 2x lipat saat kemarau kmarin singkong banyak yang mati mau gak mau di tanam lagi,”Tukasnya.( Ags)

Related posts